Tausiyah Cinta (2015) Ketika Cinta Menasihati Dirinya

 

id.wikipedia.org

id.wikipedia.org

Gawean” Aktivis Dakwah

Dunia seni kini tidak lagi menjadi lahan yang kering dan gersang dari kegiatan dakwah. Beberapa aktivis muda Islam dengan idealisme yang mereka pegang teguh coba membuktikan bahwa dakwah pun bisa dikemas indah melalui sebuah karya film. Tidak harus melulu takluk dengan kekuatan kapital besar yang terkadang sekalipun mengusung film bertema dakwah (islami) namun pada praktik proses pembuatannya hingga para pemilihan pemerannya jauh dari nilai-nilai Islami itu sendiri.

Bedasinema, sebagai sebuah rumah produksi yang baru hadir di dunia perfilman Indonesia, mencoba kukuh mengusung nilai-nilai Islami bahkan dari tahap pemilihan pemeran hingga pada proses syuting. Sebut saja casting yang mensyaratkan para pemeran memiliki hapalan quran, benar-benar mengenakan pakaian yang menutup aurat dalam keseharian serta beberapa parameter islami lainnya.

Begitu pula selama proses syuting. Menurut informasi yang kami dengar, tidak ada satu adegan pun yang memungkinkan terjadinya sentuhan antara pemain laki-laki dan wanita yang bukan mahramnya,  juga tidak ada satu pun adegan yang memperlihatkan pemain hanya berduaan dalam satu scene. Ketika adzan berkumandang pun proses syuting akan dihentikan untuk terlebih dahulu menunaikan shalat. Subhanallah.

Tema Cinta

Tema ini dirasa masih menarik untuk penonton Indonesia. Mungkin karena memang sebagian besar penonton bioskop di tanah air berasal dari kalangan remaja. Sama dengan film reliji Indonesia lainnya, tema cinta dalam film ini juga masih berkisar pada cinta di kalangan anak muda. Agak sedikit berbeda, pada Tausiyah Cinta tema ini coba dijabarkan dalam arti yang lebih luas, yakni cinta kepada sahabat, cinta kepada orang tua, cinta kepada Tuhan, dan tentu saja juga tetap menampilkan cinta antara kasih-kekasih.

(462)

TV Digital, Gambar Bening Nggak Pake Bayar

 

ngrguardiannews.com

ngrguardiannews.com

Apa jadinya jika kita satu hari saja tidak menonton televisi? Mungkin sebagian kita akan menjawab: “Nggak bisa, nggak bisa. Can’t live without it!” Sebagian yang lain mungkin akan menjawab: “Nggak apa-apa sih, cuma seperti ada yang kurang aja”. Atau bisa juga kita akan menjawab; “Nggak apa-apa juga sih, saya memang nggak pernah nonton TV”.

Bisa jadi kita termasuk golongan yang pertama, kedua, atau ketiga. Yang pasti golongan ketiga “sepertinya” memiliki prosentase yang paling kecil, sekali lagi “sepertinya” lho ya :)

Televisi sudah menjadi kebutuhan tersendiri bagi masyarakat, baik kebutuhan informasi, pendidikan, dan juga hiburan. Televisi banyak manfaatnya walaupun tidak dipungkiri banyak juga mudharatnya. Tinggal pintar-pintar kita dalam memilah dan memilih tayangan sesuai dengan kebutuhan.

(547)

#DibuangSayang di Enam Tahun deBlogger

Twitter deBlogger

Lahir 6 tahun yang lalu, deBlogger (perhatikan huruf besar dan kecilnya ya hehehe) sebagai salah satu komunitas blogger berbasis kota, alhamdulillah masih menunjukkan eksistensinya di kancah dunia perbloggeran yang saat ini seolah tengah lesu darah. Masih ingat benar bagaimana puncak kejayaan era komunitas blogger, terutama yang berbasis wilayah/kota/propinsi, tiap komunitas seolah berlomba untuk menggelar kegiatan yang pastinya menarik, unik, kreatif, dan fresh khas ala blogger. Istilah kopdar bertebaran hampir saban pekan. Dan ini sungguh menyenangkan.

Cukuplah mengenang masa lalu yang manis itu. Saat ini memang sepertinya era blogger individual. Di satu sisi Blogger kini kian dihargai oleh banyak pihak, termasuk para pebisnis dan instansi-instansi yang kerap kali mengundang blogger untuk tiap event yang mereka gelar. Namun di sisi yang lain ikatan para blogger dalam komunitas kian kendur dan memudar. Ironis memang.

Blogger Komunitas lesu darah. Memang. Namun tidak semua. Kami di deBlogger Alhamdulillah pekan lalu, tepatnya 13 Juni 2015 lalu, telah berhasil menggelar event ulang tahun (milad) deBlogger dengan cara yang unik. Bermula dari lontaran ide-ide lucuk dan unik yang kemudian kami kumpulkan, saring, peras, lalu diekstrak dengan pelarut yang jernih menghasilkan sebuah ide yang kita sepakati bareng yakni bikin “ajang jual beli” barang-barang penuh kenangan. Setiap tahun memang kita seperti sepakat “pokoknya acara nggak boleh sama dengan tahun sebelumnya” hehehe.

(557)

Powered by WordPress | Designed by: Themes Gallery | Thanks to best wordpress themes, wordpress 4 themes and WordPress Themes Free