Sharing

Bersosial Media Dengan Bahagia

April 18, 2017

Bersosial media dengan Bahagia? memang bisa?

Beberapa penelitian memang memberikan kesimpulan yang sama sekali berbeda. Misalnya hasil penelitian dari Happiness Research Institute tahun 2015 lalu yang salah satu kesimpulannya adalah “Orang-orang yang meninggalkan sosial media akan 18% lebih bahagia dibanding orang-orang yang masih aktif bersosial media”. Penelitian ini melibatkan 1095 orang responden dan khusus difokuskan pada sosial media Facebook. Untuk data lengkap hasil penelitian ini bisa klik di sini.

Atau tulisan yang dirilis Januari 2017 ini yang kurang lebih memberikan kesimpulan yang sama. Fokus tulisan ini pada generasi milenial dengan jenis sosial media Facebook, Instagram, dan Twitter.

happinessresearchinstitute.com

Kedua tulisan di atas sama-sama sepakat bahwa bersosial media cenderung membuat orang menjadi tertekan, stress, merasa kurang bahagia, serta merasa iri dengan kebahagiaan orang lain. Wah kalau sudah begini seolah-olah bersosial media cuma bikin kepala pening saja, ya kan? Padahal seperti kita ketahui sosial media sebenarnya punya banyak manfaat juga lho, seperti membantu menghubungkan kita dengan orang-orang yang dicintai di seluruh dunia dalam hitungan detik, sebagai sumber informasi, berkumpul dalam kelompok atau komunitas yang kita sukai, atau sebagai sumber berita paling up date.

Nah, kalau boleh saya mau sedikit memberikan tips sederhana agar kita selalu merasa bahagia kendati kita aktif bersosial media.

Luruskan Niat

Nah ini paling penting. Makanya saya letakkan di urutan pertama. Coba kita tanya ke diri sendiri apakah sebenarnya niat kita dalam bersosial media. Apakah untuk pamer? mencari jodoh? Menjalin silaturahim dengan teman dan keluarga? berdagang? Menyebarkan paham dan pikiran kita? Menghasut? Menebar fitnah?

Begitu banyak niat yang tersembunyi di balik masing-masing kepala pemilik akun sosial media. Kita termasuk yang mana?

Jika niat kita kurang positif semisal menghasut, memfitnah, atau menyebarkan kesesatan, bisa dipastikan “kebahagiaan” akan jauh-jauh dari kita. Saya percaya bahwa apa yang kita berikan kepada orang lain “pasti” akan kembali kepada kita dalam bentuk yang lain. Jika kita sharing kebahagiaan dan berita positif dalam akun sosial media kita, bisa dipastikan kita pasti menerima keduanya kembali dari orang lain.

Gunakan Sosial Media Sesuai Fungsinya

Di Facebook jualan, di Instagram jualan, di Twitter jualan, padahal akun yang kita gunakan adalah akun pribadi. Jangan salahkan jika teman-teman kita perlahan tapi pasti akan berbondong-bondong meninggalkan kita. Atau bisa jadi sebagian yang masih berbaik hati masih berteman dengan kita tapi berhenti untuk follow kita.

Lho katanya niat baik akan memberikan feedback yang baik juga?

Bener banget! Tapi sosial media sebenarnya bukanlah tempat untuk berjualan jika kita menggunakan akun pribadi. Jika memang kita benar-benar berniat untuk jualan, buatlah akun baru yang memang khusus untuk jualan. Jaringan pertemanan akun jualan ini akan menjaring orang-orang atau akun lain yang memang membutuhkan barang jualan kita. Jadi semua memang ada tempatnya.

Screening Jaringan Pertemanan

Pilih-pilih teman itu nggak selalu berkonotasi negatif kok. Untuk menghindari hal-hal yang kurang menyenangkan coba screening teman-teman yang berpotensi membawa kebahagiaan kepada kita. Mereka contohnya adalah keluarga, teman sekolah, teman sehobi/komunitas, teman pengajian, atau lainnya. Intinya mereka secara umum memiliki banyak kesamaan dengan kita.

Walau kita telah melakukan screening seperti ini tetap banyak kejadian yang tidak menyenangkan bisa terjadi. Misal teman SD kita yang dulu sangat imut dan penurut tiba-tiba berubah menjadi sosok penghasut dan penebar fitnah. Untuk kasus seperti ini jangan terlalu banyak pertimbangan, lakukan langkah selanjutnya pada point di bawah  :-) .

Buang Jauh-jauh Sumber Sakit Kepala

worldofdtcmarketing.com

Ada beberapa teman kita yang memiliki prinsip serta pola pikir yang sama sekali berbeda dengan kita. Tiap kali dia share postingan kepala kita langsung berdenyut-denyut menahan emosi. Nah teman yang seperti ini menurut saya sih sebaiknya dibuang jauh-jauh dari friendlist kita, kendati secara personal kita kenal dengan dia. Hal ini akan membuat kita akan jauh lebih bahagia dalam bersosial media. Jika kita tidak tega meng unfriend teman kita tersebut minimal kita berhenti follow dia. Coba deh. Memang butuh keberanian untuk melakukan ini. Trust Me, ini nggak akan mengganggu pertemanan kita dengan dia di dunia nyata. Buktikan aja.

Proporsional

Ini nggak kalah penting. Seberapa besar porsi sosial media dalam hidup kamu? Coba ingat-ingat berapa % aktifitas sosial media yang kita lakukan dalam keseharian? Apakah lebih besar dari aktifitas sosial kita di dunia nyata? Kalau iya berarti sudah saatnya kita menurunkan porsi sosial media kita.

Saya tidak bisa menyebutkan berapa % idealnya porsi sosial media. Selama aktifitas ini masih menjadikan kita mahluk sosial di alam nyata maka artinya kita masih berada on the right track.

Kalau saya cukup happy dengan tips di atas. Walaupun sesekali masih menemui postingan yang membuat darah mendidih hehehe. Nah kalau kamu punya tips khusus nggak supaya happy terus dalam bersosial media? Share di sini dong  :-P .

theconversation.com

(73)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
  1. tipsnya adalah banyak2 ngeshare konten positif seperti makanan yang enak-enak sama postingan yang lucu-lucu aja.. sama berteman atau ngefollow sesuatu yang bikin gembira aja..

    saking menyenangkannya isi FB saya, pak suami sering minjem akun FB saya buat liat-liat video-video lucu yang banyak bertebaran di timeline saya..

    kalo nemu postingan yang kira-kira gak asik, cuek aja.. keep scrolling.. abaikan.. hahahaha.. Insya Allah bisa tetep bersosmed dengan happy..

    1. Itulah Ded, kayaknya banyak yang belum paham etika dan norma dalam dunia online. Mereka lupa bahwa dunia online pun punya aturan main, bukan negera yang bebas aturan.

  2. Bermain media sosial sejak 2007an, hampir 10 tahun berlalu rasanya jenuh juga ya. Apalagi sejak konten media sosial seakan hanya dipenuhi perseteruan dua kelompok, memperdebatkan hal2 yang kurang penting. Jadi kangen medsos jaman dulu..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
:-)) :-) :-D :-P (woot) ;-) :-o X-( :-( :-& (angry) (annoyed) (bye) B-) (cozy) (sick) (: (goodluck) (griltongue) (mmm) (hungry) (music) (tears) (tongue) (unsure) (dance) (doh) (brokenheart) (drinking) (girlkiss) (rofl) (money) (rock) (nottalking) (party) (sleeping) (thinking) (bringit) (worship) (applause) 8-) (gym) (heart) (devil) (lmao) (banana_cool) (banana_rock) (evil_grin) (headspin) (heart_beat) (ninja) (haha) (evilsmirk) (bigeyes) (funkydance) (idiot) (lonely) (scenic) (hassle) (panic) (okok) (yahoo) (K) (highfive) (LOL) (blush) (taser)