Review

Review Film Gerbang Neraka (2017)

September 20, 2017

Lama tidak menyaksikan film bergenre horor, saya cukup antusias ketika mendapat undangan pemutaran sebuah Film Indonesia bergenre ini. Walaupun dahi saya sempat mengernyit melihat jajaran pemain yang salah satunya adalah (lagi) Reza Rahadian, saya tetap antusias untuk menonton film ini.

Judul film ini adalah “Gerbang Neraka”, cukup seram memang. Film ini disutradarai oleh Rizal Mantovani yang pernah sukses melalui film Jelangkung (2001) dengan raihan penonton hingga 5.7 juta orang. Sedangkan untuk jajaran pemain pun tidak main-main, deretan pemain kelas atas terlibat di dalamnya, seperti Reza Rahadian, Julie Estelle, Dwi Sasono, Rey Sahetapy dan juga Lukman Sardi.

Sang produser, Robert Ronny, sepertinya terlihat sangat serius menggarap film ini. Konon kabarnya film ini digarap sejahk 2015. Wow! Ia menjanjikan film ini bukanlah bukan film horor biasa, karena film ini juga mengandung unsur petualangan, science fiction, drama, sekaligus sejarah. Karena memang film ini mengambil latar belakang Situs Gunung Padang yang adalah salah satu situs sejarah yang kita miliki.

CERITA

Film ini diniatkan memiliki banyak hal yang bisa dijual, antara lain sisi horor, sejarah, petualangan, science fiction, sekaligus drama. Namun sayangnya karena terlalu banyak yang ingin diraih akhirnya semua berakhir tanpa kesan yang mendalam.

Sisi drama yang diwakili oleh kisah Tomo (Reza Rahadian) dengan keluarganya hadir hanya sebagai bumbu penyedap dalam film ini. Padahal mungkin jika hubungan Tomo dengan sang anak bisa lebih dalam dieksplorasi hasilnya akan bisa menjadi berbeda, yakni bisa lebih meninggalkan kesan yang mendalam bagi penonton.

Atau dari sisi sejarah, visualisasi berupa kliping berita, aneka barang-barang bersejarah, penggambaran wujud manusia masa lalu dan lainnya kurang bisa begitu meyakinkan kita bahwa ini pernah ada. Coba jika film ini melakukan riset tentang Gunung Padang lebih dalam lagi, niscaya visualisasi yang tertampil dalam film ini akan lebih meyakinkan.

Sebagai genre utama, yakni horor pun film ini terasa agak kurang nendang. Sosok Badura, jin yang mengganggu tiga tokoh utama film ini pun agak kurang meyakinkan “seram” nya. Teror sang Badura di sepanjang film ini awalnya cukup mencekam, namun di bagian akhir film ketika ia berhadapan dengan Guntur (Dwi Sasono), seorang ahli supra natural, pertarungan yang ditampilkan seolah bukan pertarungan manusia melawan mahluk halus, justru nampak sekali pertarungan tersebut layaknya antara manusia dengan manusia juga. Adegan laga sang iblis ini tampil dengan sangat canggung. Hasilnya kok jadi malah aneh.

Sebagai film dengan latar hasil penelitian yang memang nyata tentang Gunung padang, film ini termasuk berhasil memberikan banyak informasi kepada penonton. Sosok Arnie (Julie Estelle) seorang profesor di bidang arkeolog cukup banyak membeberkan informasi sains terkait situs ini, seperti usia bangunan yang berkisar 25 ribu tahun sebelum masehi, luas situs yang berkisar 200 hektar, ditemukannya semen purba yang mengandung besi dalam konstruksi bangunan piramid dan lain sebagainya. Walaupuan lagi-lagi visualisasi laboratorium riset dan bagaimana sang profesor mengotak-atik fosil terlihat kurang meyakinkan.

Tiga tokoh utama yang masing-masing sangat berbeda latar belakang ini dipaksa oleh keadaan untuk bersatu dalam sebuah misi, yakni menutup kembali pintu gerbang situs yang terlanjur terbuka, yang ternyata membawa dampak negatif untuk umat manusia.

Sebagai film horor sekaligus fiksi, sah-sah saja jika jalan cerita yang ditampilkan jauh dari logika. Dan memang demikianlah film ini.

 

 

Liputan6

EFEK NANGGUNG

Tidak banyak film Indonesia yang telah menggunakan efek CGI (computer generated imagery), dan Gerbang Neraka salah satu yang telah menggunakan teknologi ini. Banyak adegan yang tampil dari hasil olahan efek ini. Adegan-adegan tersebut nampak sudah cukup halus dan bisa dinikmati, namun belum terlalu sempurna. Masih ada beberapa efek yang justru sangat mengganggu secara visual.

Seperti sosok Iblis Badura yang di satu adegan tampak begitu menyeramkan, namun di adegan lain nampak seperti mahluk kurus dan hitam dengan rambut yang panjang, sehingga kesan seram nya jauh berkurang.

Efek langit yang ikut berubah warna ketika Gerbang Neraka berhasil di tutup pun terkesan kurang meyakinkan. Warga kota yang berhenti dan terpana di posisi masing-masing menyaksikan ini pun tidak terlihat real sama sekali.

 

rappler

VISUALISASI “RAJA IBLIS” KURANG PAS

Ini bagian yang paling “awkward” buat saya. Tomo terseret masuk ke gerbang neraka dan dia menjumpai tokoh “raja iblis” (Lukman Sardi) yang divisualisasikan dengan seorang laki-laki paruh baya berjas putih. Setting tempat dalam sebuah kamar yang sempit, visualisasi sosok yang kurang kharismatik, pencahayaan yang tidak pas, semuanya itu tidak berhasil mengesankan bahwa ini adalah sosok luar biasa, biang keonaran di seluruh muka bumi di sepanjang masa, sosok di balik semua kejahatan manusia. Imej ini sama sekali gagal ditampilkan. Yang terlihat adalah seolah dialog antara ayah dan anak, tiada unsur superioritas satu terhadap yang lainnya.

SISI POSITIF

Akhirnya ada sisi positif yang bisa saya dapatkan setelah menonton film ini, yakni baru “ngeh” dengan adanya Situs Gunung Padang yang merupakan bukti sejarah yang luar biasa membanggakan kita sebagai Bangsa Indonesia. Bagaimana tidak? Melalui film ini saya baru tahu bahwa jika memang benar Situs Gunung Padang ini adalah sebuah piramida, maka ia adalah merupakan piramida tertua dan sekaligus terbesar di dunia. Dan itu ada di Indonesia. Moga situs ini segera diungkap oleh pemerintah sehingga dapat menjadi kebanggaan rakyat Indonesia. Siapa sangka bahwa induk peradaban di dunia itu ada di Indonesia, khususnya tanah sunda, ya kan?

Gerbang Neraka sudah bisa disaksikan di bioskop seluruh tanah air mulai hari ini, 20 September 2017.

(652)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
:-)) :-) :-D :-P (woot) ;-) :-o X-( :-( :-& (angry) (annoyed) (bye) B-) (cozy) (sick) (: (goodluck) (griltongue) (mmm) (hungry) (music) (tears) (tongue) (unsure) (dance) (doh) (brokenheart) (drinking) (girlkiss) (rofl) (money) (rock) (nottalking) (party) (sleeping) (thinking) (bringit) (worship) (applause) 8-) (gym) (heart) (devil) (lmao) (banana_cool) (banana_rock) (evil_grin) (headspin) (heart_beat) (ninja) (haha) (evilsmirk) (bigeyes) (funkydance) (idiot) (lonely) (scenic) (hassle) (panic) (okok) (yahoo) (K) (highfive) (LOL) (blush) (taser)