Review

Review Film Bunda, Kisah Cinta 2 Kodi (2018)

February 8, 2018

Buat Anda penyuka film drama, saya pastikan Anda akan menyukai film ini. Buat Anda penyuka film dengan tema-tema enterpreneur, tentu Anda akan suka film ini. Buat Anda penyuka film biografi kesuksesan seseorang, film ini akan cocok dengan Anda, karena ini diambil dari kisah nyata seorang enterpreuner sukses. Dan buat Anda penyuka film keluarga dan ingin menyaksikannya bersama segenap anggota keluarga, film ini pas banget buat Anda.

 

Sama seperti ketika saya hendak menyaksikan film The Billionaire, saya juga sangat tertarik untuk menyaksikan film yang diproduseri oleh Rendy Saputra ini, karena keduanya sama-sama mengusung tema tentang kisah sukses seorang enterpreneur. Film berjudul Bunda, Kisah Cinta 2 Kodi ini juga berkisah tentang seorang enterpreneur wanita yang sukses di Indonesia, Ika Kartika, yang sukses dengan brand Keke Collection, pakaian muslim untuk anak-anak.

Jujur, saya selalu terobsesi dengan dunia enterpreneur, sayangnya saya masih belum punya cukup keberanian untuk melangkah ke sana hehehe.

Dan akhirnya saya berkesempatan menonton film ini sehari lebih awal dari jawal tayangnya. Dan ternyata film ini sama sekali nggak mengecewakan.

KISAH

Dari : Gozzip.id

Film ini berkisah tentang seorang pebisnis wanita yang sukses, Ika Kartika. Keke Collection saat ini merupakan brand pakaian anak muslim yang cukup sukses di tanah air. Di balik kesuksesan seorang Ika Kartika, ternyata begitu banyak kisah yang menarik untuk diceritakan. Bagaimana jatuh-bangunnya ia sebagai seorang pengusaha, bagaimana ketika ia dipaksa untuk memilih antara karir atau keluarga, dan juga bagaimana badai silih berganti menghantam bahtera rumah tangganya. Kesuksesan yang ia raih ternyata juga harus diiringi dengan berbagai macam cobaan, tidak hanya cobaan yang berasal dari luar tapi justru yang paling menyakitkan adalah cobaan yang berasal dari dalam, dari orang-orang terdekatnya.

Film ini menarik karena diangkat dari kisah nyata yang sebelumnya telah dibuat dalam bentuk novel oleh Asma Nadia. Tidak hanya drama keluarga biasa, film ini juga menyuguhkan keperkasaan seorang wanita yang ternyata mampu memikul beban sebagaimana kaum pria dalam keluarga.

ALUR

Film dengan durasi sekitar satu setengah jam ini tersaji dengan ritme yang nyaman untuk dinikmati oleh penonton. Lompatan-lompatan waktu tidak membuat penonton bingung karena dijelaskan dengan sangat apik. Jajaran empat orang penulis skenario dalam film ini yakni Ali Eunoia, Bobby Prasetyo, Oka Aurora dan Asma Nadia mampu menuntun penonton mengikuti kisah ini dengan nyaman.

Beberapa tanda tanya di awal cerita mampu di jawab dalam adegan-adegan selanjutnya. Misalnya pada adegan ketika Fahrul menyampaikan kepada Kartika perihal keinginan ibunya untuk ia menikahi wanita lain. Adegan ini berakhir dengan kepergian Fahrul dari rumah. Penonton pasti menduga bahwa Fahrul akhirnya menuruti keinginan bundanya untuk menikah lagi, mengingat kondisi sang bunda yang tengah sakit parah. Namun akhirnya dugaan ini terjawab ketika film mendekati akhir cerita.

Di bangku sutradara ada duet Ali Eunoia dan Bobby Prasetyo yang saya belum mengetahui debut mereka sebelumnya di dunia perfilman. Namun melihat film yang dihasilkan oleh mereka nampaknya saya patut memberikan apresiasi yang tinggi karena menghasilkan film yang ringan, sarat pesan moral namun tetap nyaman dinikmati.

PEMAIN JEMPOLAN

Dari : Pictaram.org

Bagi pecinta film Indonesia jajaran nama-nama pemain dalam film ini tentu sudah tidak asing lagi. Pun kehandalan akting mereka sudah tidak diragukan lagi. Sebut saja Acha Septriasa (Ika Kartika), Ario Bayu (Fahrul), Inggrid Widjanarko (Encus), dan Wulan Guritno yang hadir menguatkan departemen akting dalam film ini.

Tidak hanya pemain senior, pemeran dua orang anak dalam film ini pun sudah mampu menghadirkan chemistry hangatnya sebuah keluarga. Salut untuk Shaquilla Nugraha dan Arina Mindhisya yang dengan cemerlang bermain sebagai dua orang anak dari Kartika dan Fahrul. Keduanya tampil menjadi sosok yang sangat mudah untuk dicintai oleh penonton.

VISUALISASI CERDAS

Banyak simbol dan tampilan visual yang berbicara dalam film ini. Misalnya keong yang dalam film ini tampil sebagai simbol cinta, baik cinta Tika dengan suaminya, maupun cintanya terhadap anak-anaknya. Dalam salah satu adegan diperlihatkan kemarahan sang anak kepada bundanya yang divisualisasikan dengan menggulingkan toples berisi keong milik sang Bunda, tak perlu kata-kata dan narasi panjang untuk menggambarkan kemarahan sang anak. Visualisasi sederhana ini sudah cukup membuat penonton memahaminya.

Gambar dan lukisan yang dibuat oleh anak pertama Kartika juga sangat menarik. Gambar tersebut menyiratkan luapan emosi dan perasaan sang anak. Gambar tersebut mendapat porsi yang cukup banyak dalam film ini, sehingga tidak melulu diperlukan narasi dalam bercerita.

Dari : pictaram.org

ANIMASI KEREN

Baru kali ini saya menyaksikan sebuah film drama yang begitu pintar dalam mensiasati durasi cerita dengan menampilkan animasi yang cantik dan menarik. Tidak hanya indah di pandangan mata, tapi animasi ini sebenarnya cara yang cerdas bagi film ini untuk bercerita dengan sangat singkat namun jelas.

Animasi pertama muncul bersama dengan credit tittle di awal cerita. Animasi ini menggambarkan Kartika dan Fahrul setelah pertemuan pertama mereka di kereta, bagaimana seringnya mereka bertemu di kereta, bagaimana kemudian keduanya akhirnya saling tertarik, hingga akhirnya mereka pun berjodoh. Credit tittle yang menyertai animasi ini sama sekali tidak mengganggu. Smart!

Begitu juga di ending cerita. Animasi kembali muncul mengisahkan bagaimana kelanjutan kehidupan keluarga Kartika dan Fahrul. Lagi-lagi berbarengan dengan credit tittle. Namun saya sebagai penonton tetap tidak beranjak karena penasaran dengan kisah sang tokoh utama film ini selanjutnya. Singkat tapi mampu berbicara begitu banyak.

DRAMANYA DAPET BANGET!

Kendati masih bernuansa klise, kisah drama yang ditampilkan dalam film ini tampil dengan ciamik dan cerdas. Tidak membosankan dan tetap mampu menghasilkan greget bagi penonton. Acha sangat sukses menghidupkan sosok Kartika dengan emosi yang demikian naik turun. Beberapa adegan mampu menguras keharuan penonton. Keharuan yang timbul karena atmosfer cerita, kepiawaian akting pemain, serta semua komponen lainnya bersatu dengan begitu pas, tidak kurang dan juga tidak berlebihan.

Kendati demikian ada beberapa “drama” yang terkesan agak dipaksakan, misalnya mengapa waktu pertunjukan busana (Kid Fashion Show) Kartika bertepatan dengan waktu keberangkatan suaminya ke Jepang? Kok bisa? Namun demikian, untungnya, hal ini masih termaafkan dengan kemampuan film ini membangun emosi penonton setahap demi setahap hingga mencapai klimaknya di titik yang tepat.

Satu catatan. Sang suami digambarkan sangat pasif dan powerless dalam film ini. Ketidakberdayaan yang nyaris bisa disebut sebagai kemalasan tersebut membuat gerah dan gemas para penonton. Memangnya ada ya laki-laki seperti ini? Sayangnya ini diangkat dari kisah nyata, jadi agak sulit untuk memprotes bagian ini.

Ada bagian dari film ini yang mengingatkan saya dengan Film The Billionaire, yakni ketika Tika ditantang untuk membuat 1000 potong pakaian dalam waktu 1 minggu. Dalam Film The Billionaire tantangan ini dieksekusi dengan penggambaran usaha yang dilakukan oleh sang tokoh utama hingga jungkir balik untuk memenuhi permintaan tersebut. Sehingga penonton pun dibuat terpukau sekaligus tersentuh dengan kegigihan sang tokoh yang tidak mudah menyerah. Sayangnya dalam film ini tantangan tersebut hanya dijawab dengan gambaran sederhana, yakni hadirnya bala bantuan dari tukang-tukang jahit jalanan bersama dengan ibu-ibu tetangga Tika dalam memenuhi permintaan 1000 potong pakaian tersebut. Andai adegan ini bisa diolah dengan lebih dalam lagi pasti akan menjadi bagian yang sangat menarik sekaligus inspiratif.

Dari : pictaram.org

MERDUNYA HANIN DHIYA

Cuma ada satu lagu yang menjadi soundtrack dalam film ini. Kendati hanya satu, istimewanya lagu ini dibawakan secara apik oleh Hanin Dhiya, seorang penyanyi muda yang saat ini tengah sangat populer di media sosial. Suara Hanin yang begitu merdu serta kemunculannya di waktu yang sangat tepat dalam film ini menjadikan soundtrack ini menjadi begitu kuat dan emosional.

PERLU DITONTON?

Buat Anda penyuka film drama, saya pastikan Anda akan menyukai film ini. Buat Anda penyuka film dengan tema-tema enterpreneur, tentu Anda akan suka film ini. Buat Anda penyuka film biografi kesuksesan seseorang, film ini akan cocok dengan Anda, karena ini diambil dari kisah nyata seorang enterpreneur sukses. Dan buat Anda penyuka film keluarga dan ingin menyaksikannya bersama segenap anggota keluarga, film ini pas banget buat Anda.

Memang film ini bukanlah film yang sempurna, namun kolaborasi antara kepiawaian penulis skenario, tangan dingin sutradara serta para pemain yang mumpuni menghasilkan formulasi yang sangat pas sebagai sebuah tontonan yang mengasyikkan. Tidak hanya asyik, film ini pun banyak memuat mutiara hikmah yang bisa kita petik untuk dibawa pulang.

Film ini tayang mulai hari ini, 8 Februari 2018, di seluruh bioskop di tanah air. Yuk nonton.


(2411)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
    1. Ada tangisan Pak Zul, tapi nggak banyak banget kok hehehe. yang pasti banyak pelajaran yg bisa dibawa pulang selepas nonton film ini :)

  1. Alhamdulillah. Terima kasih reviewnya Mas. Buat semua filmnya tayang hari ini semoga berkenan menonton di hari pertama tayang dan menyumbang napas agar film ramah keluarga dan inspiratif bertahan lebih lama di bioskop🙏

  2. Review Film “Bunda: Cinta 2 Kodi” keren Mas Iman, Alhamdulillaah semoga banyak yang menonton film yang inspiratif ini…, sehingga akan makin banyak film seperti ini tayang di bioskop seluruh Indonesia…

    1. Aamiin. Film bagus seperti ini memang harus kita apresiasi Mas. Moga masyarakat juga akan suka dengan film ini sehingga para sineas kita giat untuk membuat film-film keren seperti ini.

    1. Insya Allah aman Mbak. Kemarin saya nonton bareng anak saya yang usia 2.5 dan 5 tahun. Mereka malah suka dengan tokoh anak-anak dalam film ini.

  3. Pengen bangett nonton tapi pas mau nonton malah udah nggak tayang, ada rekomendasi bisa streaming/download filmnya dimana? :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
:-)) :-) :-D :-P (woot) ;-) :-o X-( :-( :-& (angry) (annoyed) (bye) B-) (cozy) (sick) (: (goodluck) (griltongue) (mmm) (hungry) (music) (tears) (tongue) (unsure) (dance) (doh) (brokenheart) (drinking) (girlkiss) (rofl) (money) (rock) (nottalking) (party) (sleeping) (thinking) (bringit) (worship) (applause) 8-) (gym) (heart) (devil) (lmao) (banana_cool) (banana_rock) (evil_grin) (headspin) (heart_beat) (ninja) (haha) (evilsmirk) (bigeyes) (funkydance) (idiot) (lonely) (scenic) (hassle) (panic) (okok) (yahoo) (K) (highfive) (LOL) (blush) (taser)