Review

3 IDIOTS … Ternyata Smart

February 18, 2010

Nonton film India di bioskop? Wah belum pernah tuh. Saya memang bukanlah penggemar film-film India yang notabene memiliki trade mark full nyanyian dan tarian sepanjang film. Belum lagi Alur cerita yang berpanjang-panjang ala sinetron eh india kan mbahnya sinetron kita hehehe plus bumbu romantisme yang lebay berlebihan membuat saya menguap dan bersiap untuk tertidur pulas bila menyaksikannya.

Persepsi saya agak sedikit berubah ketika muncul film SlumDog Millionaire yang ternyata mampu membuktikan diri sebagai film India berkelas dan meninggalkan segala pakem khas film-film India tadi. Secara global pun film ini telah mendapatkan beberapa penghargaan.

Dan akhirnya … tepatnya dua malam lalu sebuah film India berhasil menggoda dan menggelitik saya untuk menyaksikannya di bioskop. Judulnya adalah “3 Idiots”.

Film yang diluncurkan resmi sejak 25 Desember tahun lalu ini memiliki gaung yang luar biasa positif di dunia maya semisal twitter, blog, dan facebook. Tidak hanya review positifnya bertebaran di internet, film ini pun berhasil menyebar dari mulut ke mulut. Luar biasa memang. Inilah yang membuat saya sangat-sangat penasaran ingin menyaksikannya.

Saya nggak akan panjang lebar mereview film ini, sudah banyak sekali yang telah melakukannya dengan baik. Contohnya review di kaskus ini atau di komunitas BicaraFilm ini. Klik ini kalau penasaran tentang jalan ceritanya.

Menyaksikan film berdurasi 3 jam kurang 2 menit ini sungguh pengalaman yang luar biasa buat saya. Mungkin ini agak berlebihan ya, tapi sejujurnya film ini sungguh berbicara dengan lugas kenyataan dan keseharian yang ada di masyarakat, terutama di bidang pendidikan. Serasa disentil bahkan ditendang dipukul, ditembak, dijambak oleh tiap adegan yang berjalan sedemikian mulus dan natural.

Penonton hampir tiap sekian menit dibuat terbahak-bahak dengan jalan ceritanya yang penuh bumbu komedi. Karakter yang begitu pas dimainkan oleh 3 tokoh utama yakni Farhan Qureshi (R. Madhavan), Raju Rastogi (Sharman Joshi), dan tentu saja Rancchoddas “Rancho” Shyamaldas Chanchad (Aamir Khan). Ketiganya digambarkan sebagai 3 sahabat kental dengan latar belakang keluarga yang berbeda sama sekali.

Ada juga tokoh Professor Viru Sahastrabudhhe “ViruS” (Boman Irani) sang dosen yang super kaku dan rajanya menyebalkan. Nggak hanya sang profesor yang menjadi tokoh antagonis di sini, ada Chatur Ramalingam or “Silencer”, (Omi Vaidya) sang mahasiswa yang paling menyebalkan sekampus. Nggak lengkap rasanya kalau tidak ada tokoh wanita cantik, di sini hadir tokoh Pia yang dimainkan dengan luwes oleh Kareena Kapoor.

3 Idiots tidak hanya film komedi semata. Perasaan penonton pun diaduk-aduk sepanjang film mengalir. Beberapa kali adegan yang membuat tertawa terpingkal tiba-tiba berubah menjadi mengharukan, demikian pula sebaliknya. Semua mengalir dengan apik dan begitu menyentuh.

Ada banyak adegan menyentuh di sini. Yang saya ingat adegan bagaimana gigihnya Rancho membantu ayah Raju ke rumah sakit dengan sepeda motor, atau bagaimana ia juga mencoba menolong seorang mahasiswa yang akhirnya bunuh diri karena tugas akhirnya ditolak sang Profesor Virus, atau ketika ia memberikan semangat kepada Raju yang tengah koma, atau ketika ia terpaksa membantu proses kelahiran kakak Pia yang luar biasa dramatis.

Tokoh utama Rancho merupakan representasi masyarakat marginal yang bahkan untuk mengenyam bangku sekolah pun tidak bisa. Ini dapat digambarkan dengan manis pada adegan ketika dia memakai baju seragam sekolah majikannya hanya untuk belajar di kelas-kelas berpindah-pindah dan secara diam-diam.

Film ini juga mencoba mengatakan bahwa ijazah dan gelar bukanlah sesuatu yang mutlak bagi seseorang untuk berhasil mencapai cita-citanya. Masih banyak lagi pesan moral yang ingin disampaikan film ini. Semua diutarakan dengan mulus melalui adegan-adegan segar yang tidak menggurui.

Tidak berbeda dengan SlumDog Millionaire, film ini juga memiliki alur maju mundur. Alur semacam ini tidak membuat bingung sama sekali bagi penonton, bahkan memudahkan untuk memahami jalan ceritanya secara lebih utuh.

Film besutan sutradara Rajkumar Hirani ini terpapar dengan view yang indah dan enak di mata. Pemandangan cantik India terhampar dengan ciamik dengan sudut-sudut yang terasa pas.

Hampir 3 jam, penonton enggan beranjak dari kursi.

Ini tetaplah film India yang masih mempertahankan munculnya tarian dan nyayian. Syukurlah itu semua tampil dengan elegan dan lumayan enak di kuping. Seingat saya cuma 2 kali tarian itu muncul. Munculnya hujan dan beberapa adegan yang super dramatis pun seolah menunjukkan jati diri film ini sebagai produk Bollywood sejati.

Film ini bukan tanpa cela tentu, sosok Rancho yang sedemikian sempurna, ending yang sangat bahagia yang sudah dapat diduga dari awal adalah beberapa contoh kelemahan yang ada.

Buat saya ini adalah Sang Pemimpi dalam versi India. Bila kita memiliki Aray sang tokoh inspiratif dalam Sang pemimpi, maka di sini ada Rancho yang juga sangat inspiratif.

Keluar dari bioskop saya merasa mendapatkan oleh-oleh semangat dan inspirasi dari seseorang yang selalu mencoba berguna dan bermanfaat bagi orang lain di film ini. Semangat yang saya coba tiru dan pelihara … semoga … ALL IZZ WELL!!!
Foto-foto diambil dari :
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
  1. Belum sampe movie-freak kayaknya om, cuma pelem tertentu yang rame diomongin aja yg ane tonton hehehe.

    Ok deh om @Dhodie, selamat menonton ya. Ditunggu komeng nya (haha)

  2. wuihh,, 3 orang idiot nongton pelem 3 idiot, mantab niann…

    mereka ternyata disebut idiot karena 2 orangnya selalu menempati ranking terakhir yak. Itu bacanya malah di link bicarafilm, disini ga diceritain sih, huhh…
    Untungnya saya pembaca yg budiman, jadi membaca semua link yg dikasi sama pemilih blog ini yg ga tau budiman apa tidak (ninja)
    *pedahal aselinya penasaran napa dikasi judul ini πŸ˜€

    eniwei, seep deh reviewnya. makin penasaran aja, mudah2an bulan depan masih ada deh..

  3. @Aris, konon kabarnya ini cuma main di jaringan blitzmegaplex aja, dan itu pun cuma satu copy film.

    Jadi kudu ngantri, sebelum main di Pacific Place ini udah main di GI, nggak tau deh setelah dari PP digilir ke mana lagi hehehe.

    Ayo buruan nonton hehehe

  4. @iLLa, yang review film ini udah banyak banget. Kalau saya nge review lagi jadi nanti malah bikin bosan hehehe.

    Makanya untuk sinopsis nya saya kasih link-link aja.

    Nggak terima!!! masa ane bertiga disebut 3 idiot juga! *pentung iLLa*

  5. @Huang, hehehe bisa aja ente. Ane kan bikin undangan terbuka buat semua plurker waktu itu untuk nobar pelem ini di PP. Gitu lho brow ceritanya πŸ™‚

  6. err ralat ternyata sherlock holmes sedang di putar di margo platinum.. dari kemaren ditungguin gak muncul2, baru diputar sekarang.. *nonton sherlock dulu ya*

  7. @Ram, alhamdulillah baik.

    Di kepala ane juga begitu Ram, sama sekali nggak suka sama film India. Tapi ini sangat2 berbeda. Makanya ane sampai bikin review segala.

    Gimana kabar ente Ram, lama nih nggak nongol di sini πŸ™‚

  8. @Bro Morishige, walaupun judulnya film india ini berbeda, lebih asyik dinikmati dan banyak banget pesen moral yang dibawa.

    Kalo nggak salah udah rame tuh yang ngedonlot. Coba cari bro, kayaknya udah ada dan udah bagus hehehe

  9. @Quinie, sip lah. Secara megaria tuh dilewati 213 mobil yang murmer untuk pulang ke rumah hehehe.

    Nah sekarang lagi rame tuh film Indihe besutan Hollywood : My Name is Khan. Kayaknya itu juga bagus deh. Kalau ini main di 21 juga nggak kayak 3 didots yang cuma main di blitz.

  10. @Leni, ya nggak apa2 atuh. Monggo. review film ini kan sudah bertebaran seantero jagad. Semua berbicara dr sudut pandang masing-masing.

    Ditunggu ulasannya ya πŸ˜€

  11. wah.. klo aku emang ga hobby nonton film india nih sob, aku sukanya film barat horror dan action.. tp konon ada film india yg brhasil dapetin piala oscar yah, klo yg ini aku sempat liat krn penasaran.. judul filmnya klo ga salah slumdog.. bener ga yah ? aku lupa πŸ˜€

  12. Dari 3minggu kemaren udah denger film ini, tapiiiiiii ngga sempet terus ke Blitz, apalagi waktunya mepet dengan keberangkatan untuk travel. Kayanya ngga akan sempet ngejar nonton di Blitz, tapi udah masuk dalam daftar DVD yang wajib dimiliki.

  13. Mba Lina, memang saya juga ga suka film India. Makanya ketika banyak yg buat review ttg film ini bagus2 semua saya jadi penasaran.

    Dan terbukti, emang bedan kok mba dari film India kebanyakan. Ini sangat2 bagus. Saya kasih nilai 11/10 mba πŸ™‚

  14. @Mba Merry, iya nih masih tayang di Blitz Pacific Place sampe hari ini.

    Sibuk travel ya mba, wah kalo gitu saya setuju kudu beli DVD nya mba πŸ™‚

  15. @Om Gajah, ini nggak boleh dilewatin lho. Nanti pas amprokan blogger mending sempatin nonton ini om πŸ™‚

    @Lelaki aneh, wah nge fans berat sama Kareena Kapoor ya? Yo wis selamat nonton. Nanti di review ya bro πŸ™‚

  16. bagus mana nih sama “My Name Is Khan?”

    saya juga gak pernah tuh nonton film India di Bioskop. Nonton Slumdog aja di TV.

    nah kalo Slumdog kan gak pure bikinan india. sutradaranya british…

  17. Mba Elsa, benar Slumdog memang besutan sutradara British. Tapi untuk 3 Idiots ini asli kok orang India juga sutradaranya.

    Nah kalau yg lagi main di bioskop sekarang My Name is Khan itu sutradaranya Hollywood Mba.

    Tapi siapa pun sutradaranya, ini film yang bagus kok. Silakan pelajari review yg udah nonton aja Mba, lebih obyektif πŸ™‚

  18. Kalau ada orang cerita filem, suka bengong sendiri. gak nyambung πŸ˜€ secara gak pernah nonton film. Jadi, kadang baca review udah bisa untuk bekal “aku sedikit tahu ceritanya” hehehe…

    Tapi, aku lebih suka nonton teater. Sayangnya, mahal… πŸ™

  19. Hmm … saya malah belum pernah nonton theatre lho. Pingin juga sih sekali-sekali.

    Untuk film yang satu ini sangat2 bagus menurut saya. Insya Allah nggak nyesel deh bela2in pergi ke bioskop *provokator mode*

  20. Tamrin, bener banget bro. Ini film India pertama yang bikin ane ketawa ngakak sekaligus terharu. Keingetan terus spiritnya sampe dibawa pulang.

    Omong2 ente nonton ini di mana?

  21. Hangga, Sang Pemimpi belum nonton?

    3 Idiots memang lebih bagus dari Sang Pemimpi bro, pesan moral yang disampaikan lebih banyak dan komplit πŸ™‚

  22. Nice eview kang iman, iyah deh yg mata sinema :P,aku iseng liat old postnya, ternyata review 3 idiots juga..sumpah keren kang (walau telat nontonnya :P, dari pada engga’ he..he) kapan ya kang indonesia bisa kek indihee itu, cerdas banget deh..!
    acha..acha..nehi..nehi..:P

  23. @Rina, kayaknya Indonesia sedang menuju ke arah situ deh. Lihat saja film-film Indonesia bermutu kian banyak bermunculan. Kita dukung film Indonesia bermutu (rock)

    1. Benar sekali Yayan, saya juga demikian. Oh ya jangan lupa di SCTV tanggal 10-11 September film ini akan tayang lho, kalo nggak salah jam 18.00 (yahoo)

  24. Sepakat, filmnya bagus… sangat menginspirasi… πŸ™‚

    Oh ya kemaren saya nonton di metro tv dokumenter tentang orang indonesia yang ceritanya mirip ama 3 idiot. Seorang bapak dengan hidup sederhana ngajarin guru dan anak2 sekolahan teknologi dengan pake roket dari air dan peswat dari gabus .. trus juga bikin pesawat β€œaneh” dengan 3 baling2… persis kayak yang di terbangin si Ranchodas πŸ™‚

    ini trailer nya :

    http://www.youtube.com/watch?v=-doa3sc1IzE

    Group Fb
    http://www.facebook.com/group.php?gid=148041015224394

    Blog
    http://www.habibieselokanmataram.blogspot.com

    1. Wah mantap sekali. Jika memang benar pada kehidupan nyata ada sosok-sosok seperti Ranchodas. Saya malah udah berkali2 nonton film 3 idiots ini (goodluck)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.