Sharing

Antara E-KTP dan ATM

September 30, 2012
Sumber : Infowonogiri.com

Minggu, 16 September 2012 datanglah sehelai undangan resmi dengan kop surat kelurahan lengkap dengan stempel RT dan RW di rumah saya. Undangan yang ternyata adalah undangan pengambilan e-KTP tersebut memang sangat resmi. Dalam undangan tersebut tertulis bahwa e-KTP untuk nama yang tertera di undangan telah selesai dan dapat diambil di kantor kelurahan.

Di bagian bawah undangan tersebut tertulis catatan khusus beberapa hal penting, sedemikian pentingnya hingga tulisan tersebut digarisbawahi. Catatan penting tersebut adalah :

  • e-KTP diambil pada tanggal 18 September 2012 (artinya 2 hari lagi)
  • Membawa KTP asli dan fotocopy nya sebanyak 2 lembar
  • Pengambilan e-KTP tidak dapat diwakilkan, karena akan ada proses pengambilan sidik jari ketika e-KTP diambil

Sebagai warga kota yang baik saya mensikapi undangan ini dengan sangat serius, Hari Senin pun saya mengajukan permintaan izin untuk datang setengah hari ke kantor untuk hari Selasa, 18 September 2012.

Tibalah hari H. Pagi-pagi saya pun mencari tempat fotocopy KTP yang sudah buka. Sekitar jam 8-an barulah ada tempat fotocopy yang buka di dekat rumah. Setelah itu bergegaslah saya menuju ke kantor kelurahan.

Setiba di sana tampak orang-orang antri di depan loket, eh bukan, lebih tepatnya bergerombol alias berkerumun. Loket yang bertuliskan “Tempat Pengambilan E-KTP” ini tampak semrawut, ada sekitar belasan orang ibu-ibu dan bapak-bapak berlomba mencapai  ke depan loket. Sesaat sempat terpana dan bingung mau bagaimana, akhirnya saya memutuskan berdiri di belakang seorang bapak untuk antre.

Ditengah kerumunan itu tiba-tiba hadir seorang bapak yang langsung menyerobot antrean. Terlihat di tangannya tergenggam beberapa buah ktp. Rupanya banyak yang menitip untuk bisa diambilkan e-KTP ke si bapak ini. Padahal jelas-jelas tertulis di papan pengumuman samping loket bahwa pengambilan e-KTP tidak bisa diwakilkan.

Si bapak tadi berhasil langsung menuju ke loket depan dan menyapa akrab ke petugas kelurahan di loket tersebut. Errr.. (idiot)

Setelah mencoba mengantri beberapa menit tampaknya “ini tidak akan berhasil”, saya pun langsung mendesak ke depan dan memberikan KTP asli milik saya plus 2 lembar fotocopynya sebagaimana tertera di undangan.

Petugas loket menerima dari tangan saya dan langsung berujar setengah berteriak “Ini fotocopy KTP nggak perlu, tolong dibawa lagi!”

JLEBB. Baiklah…

Tidak lama kemudian di petugas loket kembali berteriak “Ini KTP siapa? Belum ada KTP nya, belum turun!”

Saya pun melongokkan kepala mendekat ke loket. Dan ternyata itu adalah KTP milik saya yang dipegang si petugas loket. Serasa darah saya naik ke kepala. Mau marah. Tapi saat itu saya malah memilih langsung mengambil KTP asli saya dari tangan petugas loket dan membalikkan badan menuju ke arah tempat parkir sambil mencoba mengurut dada.

Artinya kedatangan saya hari itu sia-sia… (lonely)

Kisah ATM

Sumber : informatika-my.blogspot.com

Berselang 1 pekan dari pengambilan e-KTP saya pagi itu sempatkan diri mampir ke bank untuk mengganti kartu ATM saya yang telah agak retak di sisi bagian bawah. Takut kartu ini bisa nyangkut di mesin  atm. Kartu ini memang telah berusia lebih dari 13 tahun.

Disambut ramah oleh petugas security di pintu masuk saya pun segera mengambil nomor antrean. Saya pun duduk dengan nyaman di ruangan berpenyejuk udara itu. Sambil online di ponsel kesayangan waktu menunggu sekitar 10 menit jadi tidak terasa.

Mbak petugas customer service bank ini dengan penuh senyum menanyakan keperluan saya. Sambil memuji bahwa saya menurutnya sangat pandai merawat kartu hingga 13 tahun lebih si mbak petugas ini dengan sigap langsung memanggil petugas terkait pembuatan kartu. Sekitar 5 menit saya pun sudah menerima kartu ATM baru yang siap digunakan setelah 1×24 jam mendatang.

Dengan hati puas saya pun keluar dari bank tersebut. Baru terpikir bahwa ternyata saya tidak mengeluarkan uang sepeser pun.

Mengingat peristiwa di kantor kelurahan yang lalu saya jadi miris sendiri. Apakah birokrasi kita ini akan selalu seperti ini? akankah berubah? Hhh…

 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
  1. E-KTP saya sudah setahun gak kelar-kelar.. belum ada surat panggilan kerumah di Palembang.. Pernah waktu pulang saya coba ke kelurahan nanya perkembangan E-KTP dan dijawab dengan jutek kalo belum ada surat panggilan berarti E-KTP nya belum kelar. Jadi saya saat ini gak punya kartu identitas penduduk yang masih berlaku selain paspor

  2. apa pemerintahan mesti ditangani oleh swasta kali ya….. waktu bikin eKTP aja banyak uang yang mesti dikelarkan karena kecamatan sya pindah jadi cinere, terus jadi mesti ganti KTP, setau sya bikin KTP gratis tapi kena biaya, udah gitu jadi ngerembet donk ke KK, berhubung nama saya kelebihan [space] akhirnya binkin lagi tuh KK yang akhirnya harus merogoh kocek lagi, ditambah KK saya baru jadi lebih dari 3 bulan kemudian…. kalo berhubungan sama pemeritahan kenapa sering UUD (ujung2nya duit ya) miris….

  3. sabar mas sabar. nanti aj diambil kalo ada undangan lagi, hehe.

    klo dipikir2, pemerintah itu kayak perusahaan ga ada kompetitor. jadi mereka bisa seenaknya sendiri. konsumennya ga akan pindah, hehehe.

    1. Nggak akan ada lagi undangan kayaknya Junot, katanya sih akan diantar kalau tiba di RT masing-masing. Tapi entah kapan, sampai sekarang pun belum saya terima (goodluck)

  4. 1. mau bilang HERAN, kenapa ya di Greader gak kebaca apdetan dari blog ini? sehingga telat mulu saya taunya ada tulisan baru huh

    2. ektp udah dapat dengan gratis. beberapa jam menjelang pilkada.

    3. atm – apa??? 13thn gak ganti2??? cool! gimana njaganya mas? ditulis dong tips nya:D soale atm yg di suami kok cepet bener yak dekilnya hehehe

    1. Wah saya kira Mbak Nique marah sama saya kok nggak pernah mampior lagi hehehe. Kalau e-KTP saya malah belum dapat juga sampai sekarang #tepokjidat

      Atm BCA Mbak, nggak ada tips khusus kok cuma selalu disimpan di dompet aja. Padahal termasuk sering banget lho saya pakai hehehe (goodluck)

  5. Blogwalking, dari milis deblogger…selama ini seringan nyimak milis dan emang belom pernah kopdar (hehehe)
    salam kenal mas.

    salut sama mas Iman yg ATM-nya ampe belasan tahun. ATM saya malah terlihat seperti uda belasan tahun padahal baru beberapa tahun dan sy pesimis bakalan nyampe ke angka belasan 🙂

    soal E-ktp sy malah blom buat sama sekali 🙂

Leave a Reply to niqué Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.