Review

Review Film Posesif (2017)

By on October 13, 2017

Film ini seolah menyadarkan kita bahwa “Hey orang tua, bukan lagi jamannya Anda menjaga jarak dengan anak Anda. Bicaralah dengan mereka sebagai teman, sehingga mereka akan menumpahkan segalanya kepada Anda dengan sukarela.” Sudah saatnya para orang tua merobohkan dinding dan sekat pembatas antara mereka dengan anak-anak remajanya. Kehadiran orang tua yang selalu terbuka bagi anak-anaknya juga merupakan salah satu tuntunan dalam agama, ya kan? Kenalilah mereka dengan Tuhan agar mereka berdaya untuk dapat menjaga kehormatan diri mereka secara sadar sepenuhnya.

Posesif buat Anda para remaja, juga untuk para orang tua.

 

Wow, sepuluh nominasi FFI tahun 2017!!!

Kaget campur penasaran. Posesif, film perdana yang diproduksi oleh rumah produksi Palari Film ini sekilas hanyalah film remaja biasa yang menceritakan bagaimana seorang cowok mengejar cinta seorang cewek dengan segala pernak-perniknya. Tetapi ternyata bukan sekedar itu. Film ini jauh lebih dalam membahas sebuah hubungan asmara anak usia SMA yang membuat saya sangat tercengang sekaligus Ngeri. Jangan-jangan inilah realita yang kita tidak begitu menyadarinya…

Film yang baru tayang 26 Oktober mendatang ini berhasil memborong 10 nominasi bergengsi Festifal Film Indonesia. Nominasi Film terbaik, sutradara terbaik, penulis skenario terbaik, pemain utama pria dan wanita terbaik, pemeran pembantu pria dan wanita terbaik, pengarah sinematografi terbaik, penyunting gambar terbaik, dan penata rias terbaik. Keren kan!

BUKAN FILM REMAJA BIASA

guritanews

Film remaja biasanya berkutat pada kisah seorang cowok yang mengejar cinta cewek idamannya beserta pernak-pernik dan bumbu penyedap di sana-sini. Endingnya pasti happily ever after. Film-film remaja mainstream seperti ini umumnya terpatri kuat dalam ingatan penonton dan menjadi legenda sepanjang masa. Tentu masing-masing jaman memiliki pasangan favoritnya, sebut saja Rangga dan Cinta, Galih dan Ratna, atau Fahri dan Aisha.

(336)

Continue Reading

Review

Review Film Pengabdi Setan (2017)

By on October 9, 2017

 

“Hal ini menjadi sebuah ganjalan besar buat saya pribadi. Kematian sang ustadz menjadi seolah hilangnya tiang pegangan akan apa itu kebenaran dalam film ini. Apakah pesan yang memang ingin disampaikan adalah bahwa kebenaran tidak selalu menang? Atau memang Agama itu sendiri adalah bukan kebenaran yang hakiki?

Hal ini menurut saya menjadi hal yang sangat sensitif”

 

Sebenarnya saya nggak terlalu tertarik untuk menonton film-film bergenre horror, tapi kali ini saya dibuat penasaran dengan banjirnya pujian pada salah satu film horor besutan anak negeri yang saat ini tengah tayang, yakni Pengabdi Setan. Yup, saya memang ketinggalan 11 hari setelah tayang perdana 28 September lalu, sebelas hari yang sangat gaduh membahas film ini.

Sempat gagal menonton film ini Jumat lalu karena kehabisan tiket, membuat saya makin penasaran dengan film ini. Alhamdulillah kemarin saya bersama keluarga sukses menonton film ini di posisi yang nyaman berkat sebuah perjuangan untuk membeli tiket jauh lebih awal. Untuk ini bisa dikisahkan untuk menjadi sebuah FTV sendiri hehehe.

ROLLER COASTER

Saya cukup setuju banyak yang menyatakan menonton film ini layaknya naik roller coaster. Penonton dibuat jungkir balik dengan adegan mengejutkan yang terjadi secara beruntun, namun setelah itu penonton dibuat menahan napas untuk menunggu adegan mengejutkan lainnya yang terkadang ditahan beberapa saat untuk dimunculkan secara tiba-tiba.

Perasaan semacam ini memang tidak asing kita rasakan sebagaimana ketika kita menonton beberapa film horror besutan Hollywod semisal Conjuring, Insidious dan lainnya. Tapi ketika menyadari ini adalah Film Indonesia, yah bolehlah sedikit berbangga.

(1261)

Continue Reading

Review

Review Film Gerbang Neraka (2017)

By on September 20, 2017

Lama tidak menyaksikan film bergenre horor, saya cukup antusias ketika mendapat undangan pemutaran sebuah Film Indonesia bergenre ini. Walaupun dahi saya sempat mengernyit melihat jajaran pemain yang salah satunya adalah (lagi) Reza Rahadian, saya tetap antusias untuk menonton film ini.

Judul film ini adalah “Gerbang Neraka”, cukup seram memang. Film ini disutradarai oleh Rizal Mantovani yang pernah sukses melalui film Jelangkung (2001) dengan raihan penonton hingga 5.7 juta orang. Sedangkan untuk jajaran pemain pun tidak main-main, deretan pemain kelas atas terlibat di dalamnya, seperti Reza Rahadian, Julie Estelle, Dwi Sasono, Rey Sahetapy dan juga Lukman Sardi.

Sang produser, Robert Ronny, sepertinya terlihat sangat serius menggarap film ini. Konon kabarnya film ini digarap sejahk 2015. Wow! Ia menjanjikan film ini bukanlah bukan film horor biasa, karena film ini juga mengandung unsur petualangan, science fiction, drama, sekaligus sejarah. Karena memang film ini mengambil latar belakang Situs Gunung Padang yang adalah salah satu situs sejarah yang kita miliki.

(562)

Continue Reading