Review

Film Snow White and The Huntsman

June 3, 2012
Sumber Gambar : en.wikipedia.org

Mendengar nama “Snow White” atau Putri Salju maka imajinasi kita akan langsung tertaut kepada sosok gadis cantik berkulit putih seterang salju yang manis dan lembut. Kecantikannya itu mengesankan ia cenderung lemah. Karenanya ia selalu dikelilingi oleh orang-orang yang selalu ingin melindunginya dari kejahatan sang Ratu. Demikianlah memang gambaran yang kita dapatkan dari dongeng Putri Salju selama ini.

Gambaran ini tidak akan kita temui di Film ini. Rupert Sanders mampu memporakporandakannya dalam film Snow White and The Huntsman. Snow White secara apik diperankan oleh Kristen Stewart sebagai sosok yang tangguh, cerdas, sekaligus petarung yang pemberani. Walaupun memang sosok Bella Swan (The Twillight Saga) tidak bisa sepenuhnya hilang. Namun Snow White yang penuh kesedihan namun pantang menyerah dan pemberani mampu dihadirkan Kristen dengan baik.

Sumber Foto : starpulse.com

KOMPLIT TAPI BERBEDA

Sebagai sebuah film tentang Putri Salju yang sudah sedemikian melegenda, Snow White and The Huntsman mampu menghadirkan semua elemen wajib kisah Putri Salju. Film ini juga komplit menghadirkan cermin ajaib, sang ratu jahat, buah apel beracun, 7 kurcaci, dan tentu saja ciuman sang pangeran. Semua hadir secara komplit namun sama sekali berbeda.

Sebagai contoh cermin ajaib di sini digambarkan bukan sebagai cermin melainkan lempeng kuningan/logam kuning yang berbentuk setengah parabola. Ia akan meleleh tiap kali ditanya tentang siapa wanita yang tercantik saat itu. Lelehannya akan membentuk sosok yang akan menjawab pertanyaan tersebut. Sungguh kreatif!

Sumber : Facebook.com/Snow white and the huntsman

Belum lagi sosok kurcaci yang tampil sebagai sosok-sosok skeptis dan putus asa. Mereka awalnya digambarkan sebagai kumpulan orang yang hanya ingin menyelamatkan diri sendiri. Bukan sebagai sosok-sosok jenaka yang senantiasa ingin menghibur dan menyenangkan hati sang Putri Salju.

Satu lagi kejutan yang tidak terduga sebelumnya, yaitu mengenai sosok pangeran yang mampu menghidupkan Sang Putri ketika terkena racun dari buah apel beracun. Saya nggak akan setega itu membocorkannya di sini hehehe (tongue)

Kemunculan mahluk-mahluk sihir dan gaib pun menambah mencekam film ini. Adegan perang yang tertampil cukup apik ditampilkan, bukan hanya sekedar tambalan atau pelengkap cerita saja.

PUTRI SALJU YANG KELAM

Dari awal visualisasi film ini digambarkan dengan penuh kekelaman. Gelap, tandus, kering, dan jauh dari kebahagiaan mendominasi warna film ini. Bagaimana Sang Ratu mempertahankan kecantikannya dengan memakan hati/jantung hewan, berendam susu, hingga menghisap kecantikan dari wanita lain. Masa lalu Sang Ratu yang juga sedemikian kelam serta obsesinya yang memang jahat dan kejam. Semua tampil dengan cukup meyakinkan berkat akting ciamik Charlize Theron.

Sumber Foto : salon.com

Dark forest (hutan terlarang) yang merupakan area di luar jangkauan sihir sang Ratu menghadirkan Eric sang Pemburu (Chris Hemsworth) yang memang berpengalaman menaklukan dark forest untuk mengejar Sang Putri Salju. Kisah pengejaran ini begitu mengasyikan untuk diikuti karena hadir kejutan-kejutan yang tak lazim dari sebuah dongeng Putri Salju.

Hadir juga tokoh William (Sam Claflin), sahabat Putri Salju sejak kecil yang ternyata memang memendam cinta kepada sang Putri. William yang juga seorang pangeran ini hadir melengkapi aneka kejutan yang terhidang dalam kisah epik ini.

Sumber Foto : bestmoviesevernews.com

Jika ingin mengenang masa kecil dengan nostalgia kisah Putri Salju namun dengan warna yang berbeda film ini sangat sayang untuk dilewatkan. Selamat menonton (goodluck)

  1. wah, baru tadi mau ku tonton di bioskop eh udah di review ma pak iman, nunggu dvd aja deh, hehehe,, serunya, thanks pak reviewnya=)

    1. Saya kan laki2 D3Vy hehehe. Ini film nggak khusus perempuan kok. Di sini banyak adegan perang dan mahluk2 sihir. Malah mungkin cewek agak ngeri nontonnya 😀

  2. Bella bening ya? *salah fokus*

    Teman-teman kantor saya kemarin pada mau nonton film ini setelah baca infonya di Majalah Hai, saya sih malah belum belum nonton.. 🙁

    1. Iya Bella memang bening #malahditanggapi

      Kemarin aja saya nonton memang full sih, memang banyak review postif ttg film ini dibanding film ttg snow white sebelumnya (Mirror mirror)

  3. kemarin teman saya baru mereferensikan nonton film ini.
    ditambah resensi dari mas iman, yah kayaknya gak ada alasan lagi untuk gak nonton 🙂

    salam.

    1. Wah iya bro, jangan sampai kelewatan ya. Film ini cukup menghibur kok. Memandang Snow white dari sisi yang berbeda (goodluck)

  4. ah gua ga suka ama yang maen jadi si putri saljunya, ga ada ekspresinya (tongue)
    cantikan si ratu malahan, ekspresi dan aktingnya bagusan dia banget (lol)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.