Sharing

Keranjingan Online, Salahkah?

December 18, 2011

Sumber Foto : nara-momang.blogspot.com

1

Di tengah riuh rendah percakapan yang penuh antusias dan sesekali diiringi derai tawa renyah teman-teman SMA nya, Rupe asyik tenggelam bersama BB miliknya. Teman di sebelahnya berkali-kali menyenggol bahu Rupe untuk turut serta dalam percakapan teman lama ini, bertahan hanya 2-3 menit dalam percakapan rupanya Rupe tak tahan dan kembali menekuni BB nya.

2

Semenjak rumahnya berlangganan internet kabel yang super cepat, Dea kini nyaris tak pernah beranjak dari kamarnya, kecuali untuk sekolah dan makan di ruang keluarga. Dea tengah menikmati asyiknya berjejaring sosial. Kini jumlah followernya adalah yang terbanyak di antara teman-temannya. Rupanya banyak yang menikmati tweet-tweetnya yang memuat kalimat-kalimat romantis. Dea merasa telah memiliki begitu banyak sahabat di dunia maya, tapi dia lupa bahwa teman-temannya di dunia nyata mulai kehilangan dia…

3

Saat ini Nieda tengah menekuni sebuah tema baru untuk web yang akan dia bangun. Setelah pundi-pundi dollar mengalir ke rekeningnya melalui tigapuluhan web yang telah dia miliki, Nieda kian keranjingan menekuni hobinya ini. Nyaris tiap hari dia baru beristirahat lewat dari tengah malam. Dengan kelihaiannya dia berhasil menempatkan web-web yang ia bangun pada halaman pertama halaman pencarian google. Bahkan kini ia telah mampu memperkerjakan beberapa orang untuk membantu menjalankan puluhan web miliknya itu. Nieda bisa menikmati kesuksesannya kendati dia tak mampu beranjak dari kursi rodanya. Kekurangan fisiknya mampu ia atasi dengan luar biasa.

4

Kiki nggak pernah lepas dari mobile device berlayar besar miliknya. Kesibukannya sebagai tenaga marketing sebuah perusahaan swasta membuatnya memiliki banyak kolega dan rekan kerja, tetap berhubungan dengan mereka adalah sebuah kewajiban tidak tertulis. Siapa sangka di balik penampilannya yang perlente Kiki adalah seorang penggagas gerakan 1 juta buku untuk desa tertinggal di pelosok tanah air. Dia bersama beberapa rekan blogger lainnya berhasil menggerakan banyak pihak untuk turut menyumbangkan buku-buku mereka, dari instansi pemerintahan, perusahaan swasta, hingga perorangan turut meramaikan proyek sosial ini. Berkat kemampuan marketingnya Kiki bersama teman-temannya berhasil memasarkan program ini secara online.

Apakah ada yang salah dengan seseorang yang keranjingan online? Keranjingan di sini mungkin dalam pengertian hingga seseorang nyaris sulit lepas dari gadget online miliknya, bahkan hingga ke kamar kecil sekali pun terkadang turut dibawa. Hanya tidur yang mampu memisahkan ia dari gadget onlinenya (haha)

Apakah kamu termasuk yang sudah memenuhi kriteria keranjingan online? Apa menurut kamu tentang orang yang telah demikian keranjingan online? Share dong pendapat kamu di sini (goodluck)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
  1. saya ingat masa2 keranjingan online itu tahun 96-97, sampai tagihan telpon bengkak kayak gajah bengkak hahaha dan itu berlangsung beberapa tahun lamanya, kalau saja uang bayar pulsa dikumpulin hmm … sudah berapa ya hehehe

    sekarang dengan fasilitas internet 24jam online bahkan klo nonton videopun tanpa buffering, saya kira saya bakal keranjingan online, tapi kenyataannya? tidak juga! masa2 itu sudah lewat brother hahahaha

    begitupun saya online masih sebatas begitu2 saja, belum juga menuai dollar apalagi rupiah, tapi ya sudahlah, setidaknya napsu menulis saya tersalurkan, dan menambah sedikit teman maya yang belum dijadikan teman di dunia nyata *lirik om Brad* hiiihhi

    1. Jadi kalau dibuat dalam sebuah grafik fasa keranjingan itu menyerupai gunung ya, menanjak ke atas, mentok, dan akhirnya turun sedikit dan mulai mendatar hehehe #soktau

      Keranjingan ngeblog kadang mendatangkan rupiah juga lho hehehe

      1. iya, sudah pasti, saya sudah merasakan kok duit dari ngeblog, tapi yg ngeblog suami, bukan saya hehehe… saya bagian yang menghabiskan uangnya sajalah hahaha

  2. Ya… saya termasuk yang keranjingan… Salah kah? Tergantung tempat sih… Tapi sejauh ini oke oke aja buat saya… Tapi ga oke buat istri saya yang suka sebel kalo liat saya pulang kerja malah ngurusin BB. Ga oke buat ibu saya yang kalo saya menjenguk beliau, tetep aja saya sibuk dengan BB. Ga tau deh dengan rekan kerja saya… Tapi dia juga keranjingan online sih. Jadi sama2 tau aja 😀

    1. Mungkin jika kita tengah mengobrol atau bertemu dengan orang-orang terdekat kita, keluarga dan sahabat misalnya, kita sebaiknya fokus berbicara dengan mereka. Memang menyakitkan kok bro jika kita di posisi yang ingin serius bicara tapi orang yg ingin kita ajak bicara malah asyik dengan BB nya. Kuncinya mungkin proporsional aja 🙂

  3. Tulisan yang menarik dengan mengambil beberapa sudut pandang. Dulu saya keranjingan untuk ngobrol di BBM dan eksis di twitter. Tapi kemudian sampai pada satu pertanyaan, eksis kah kau di dunia nyata?

    Saya pikir keranjingan online harus tahu batas, dan biasanya diri sendiri yang paling tahu batas dan kondisi itu. Pertama mungkin sulit, tapi nanti akan terbiasa ketika tidak harus ngetwit tiap saat, update status, atau menimpali group di bbm.

    Yah, kecuali dia memang tidak eksis di dunia nyata sih.

    Salam kenal, 😀

    1. Wah kalimatnya yang terakhir itu menusuk banget ya bro. Memang apa pun jika berlebihan akan nggak bagus ya, ya sedang-sedang saja hehehe.

      Thanks ya udah mau mampir di sini bro (worship)

  4. Sebelumnya, ta’ kirain judulnya “Keranjang” Online, eh ternyata keranjingan toh? hehe…

    Kalau saya, keranjingan sih enggak ya, cuma mungkin lebih tepatnya kebutuhan, hehe…

  5. saya juga keranjingan online mas, hehe, tapi biasanya sangat keranjingan nya hanya pada saat awal awal saja, misalnya barusan langganan paket broadband, kalau sudah satu dua bulan juga bosen sendiri 😀

    1. Mas Jarwadi udah nggak perlu ditanya. Dari auranya saja udah terlihat kok ini adalah mahluk online hehehe #kidding

      Eh iya kalau internet ngebut salah satu yang bikin ketagihan online ya (haha)

  6. Keranjingan online? Kalau online tentu ada batasnya donk :D. Dulu sih keranjingan banget.. padahal medianya ngga sebebas dan secanggih sekarang. maklum udah sibuk dan harus benar-benar mengatur waktu. :D…. Salam kenal Mas…

  7. keranjingan online? saya keranjingan online gak ya? err.. *lirik jejak kerusuhan di milis*

    keranjingan? mungkin. kebutuhan? bisa jadi. apapun alasannya.. keberadaaan internet pada kenyataannya membantu banyak orang untuk mempermudah aktifitas mereka..

    1. Luvie kayaknya udah pada tahap keranjingan tingkat parah. Coba deh buktikan dengan nggak online beberapa waktu, apakah ada efek ketagihan? timbul halusinasi? keinginan untuk makan yang tinggi? Keluar cairan dari hidung mata dan telinga? Wah itu tandanya udah positif parah hehehe (tongue)

    1. Eitu kosakata baku lho dalam kamus besar bahasa Indonesia lho #benernggakya

      Coba deh kamu latih dan tingkatkan online kamu agar kamu bisa masuk ke fasa keranjingan #saransesat #eh (okok)

  8. klo tiap pagi abis subuh selalu online, cek email, socmed dll. tapi abis itu ya aktivitas spt biasa, ke kampus, kerja dll. klo onlen via mobile jarang, karna cuma punya hape jadul biasa yg buat buka operamini doank hehehe 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.