Review

Review Film Ayat-Ayat Cinta 2 (2017)

By on December 18, 2017

Ayat-Ayat Cinta 2 tidak boleh dilewatkan bagi Anda pecinta Fahri dan Aisha. Baik Anda yang mengenalnya lewat film pertama maupun Anda yang mencintainya melalui novel. Kendati bukan merupakan karya yang sempurna, Film Ayat-Ayat Cinta 2 adalah tontonan yang wajib untuk Anda saksikan di bioskop kesayangan.

 

Ini adalah film yang paling saya tunggu-tunggu, setidaknya setelah novel Ayat-Ayat Cinta 2 (AAC2) terbit dua tahun yang lalu. Saya memang baru menuntaskan membaca novel ini beberapa minggu yang lalu, dan salah satu faktor pemicunya kabar akan segera difilmkannya novel ini. Tentu saja semua bab dalam novel ini masih sangat segar dalam ingatan saya. Menurut saya novel AAC2 ini memiliki cerita yang luar biasa. Ini merupakan karya masterpiece Kang Abik.

Berselang 9 tahun lebih dari film pertamanya, AAC2 ini menurut saya memikul beban yang sangat berat. Pada film pertama Hanung Bramantyo¬†telah “luar biasa sukses” menghidupkan sosok Fahri dan Aisha dengan begitu sempurna. Sehingga keduanya menjadi idola sekaligus sosok impian. Kisah dalam film pertama telah menancap begitu mendalam dalam hati tiap penontonnya. Romansa relijius dengan kisah yang sangat mengiris-iris kalbu benar-benar menjadi trade mark bagi brand besar Ayat-Ayat Cinta. Beban ini terpikul berat di pundak Guntur Soehardjanto yang saat ini dipercaya untuk duduk di kursi sutradara.

Terlalu lama rasanya bagi saya jika harus menunggu tanggal 21 Desember (2017) yang merupakan jadwal tayang resmi Film Ayat-Ayat Cinta 2 ini di bioskop. Begitu ada informasi tentang adanya event Special Screening film ini tanggal 16 Desember, saya pun langsung memburunya, walaupun harus jauh-jauh datang ke Cikarang.

Idealnya kita sebagai penonton harus bijak dalam menilai dan membedakan dua media yang sangat berbeda ini, yakni novel dan film, namun tetap saja saya sebagai pecinta versi novelnya sangat berharap bahwa versi filmnya akan sebaik novelnya.

Berusaha obyektif dalam menilai film ini, maafkan sebelumnya jika akan banyak bermunculan curhatan-curhatan saya di sepanjang tulisan ini.

(82)

Continue Reading

Review

Review Film Pengabdi Setan (2017)

By on October 9, 2017

 

“Hal ini menjadi sebuah ganjalan besar buat saya pribadi. Kematian sang ustadz menjadi seolah hilangnya tiang pegangan akan apa itu kebenaran dalam film ini. Apakah pesan yang memang ingin disampaikan adalah bahwa kebenaran tidak selalu menang? Atau memang Agama itu sendiri adalah bukan kebenaran yang hakiki?

Hal ini menurut saya menjadi hal yang sangat sensitif”

 

Sebenarnya saya nggak terlalu tertarik untuk menonton film-film bergenre horror, tapi kali ini saya dibuat penasaran dengan banjirnya pujian pada salah satu film horor besutan anak negeri yang saat ini tengah tayang, yakni Pengabdi Setan. Yup, saya memang ketinggalan 11 hari setelah tayang perdana 28 September lalu, sebelas hari yang sangat gaduh membahas film ini.

Sempat gagal menonton film ini Jumat lalu karena kehabisan tiket, membuat saya makin penasaran dengan film ini. Alhamdulillah kemarin saya bersama keluarga sukses menonton film ini di posisi yang nyaman berkat sebuah perjuangan untuk membeli tiket jauh lebih awal. Untuk ini bisa dikisahkan untuk menjadi sebuah FTV sendiri hehehe.

ROLLER COASTER

Saya cukup setuju banyak yang menyatakan menonton film ini layaknya naik roller coaster. Penonton dibuat jungkir balik dengan adegan mengejutkan yang terjadi secara beruntun, namun setelah itu penonton dibuat menahan napas untuk menunggu adegan mengejutkan lainnya yang terkadang ditahan beberapa saat untuk dimunculkan secara tiba-tiba.

Perasaan semacam ini memang tidak asing kita rasakan sebagaimana ketika kita menonton beberapa film horror besutan Hollywod semisal Conjuring, Insidious dan lainnya. Tapi ketika menyadari ini adalah Film Indonesia, yah bolehlah sedikit berbangga.

(6108)

Continue Reading

Review

Review Film Gerbang Neraka (2017)

By on September 20, 2017

Lama tidak menyaksikan film bergenre horor, saya cukup antusias ketika mendapat undangan pemutaran sebuah Film Indonesia bergenre ini. Walaupun dahi saya sempat mengernyit melihat jajaran pemain yang salah satunya adalah (lagi) Reza Rahadian, saya tetap antusias untuk menonton film ini.

Judul film ini adalah “Gerbang Neraka”, cukup seram memang. Film ini disutradarai oleh Rizal Mantovani yang pernah sukses melalui film Jelangkung (2001) dengan raihan penonton hingga 5.7 juta orang. Sedangkan untuk jajaran pemain pun tidak main-main, deretan pemain kelas atas terlibat di dalamnya, seperti Reza Rahadian, Julie Estelle, Dwi Sasono, Rey Sahetapy dan juga Lukman Sardi.

Sang produser, Robert Ronny, sepertinya terlihat sangat serius menggarap film ini. Konon kabarnya film ini digarap sejahk 2015. Wow! Ia menjanjikan film ini bukanlah bukan film horor biasa, karena film ini juga mengandung unsur petualangan, science fiction, drama, sekaligus sejarah. Karena memang film ini mengambil latar belakang Situs Gunung Padang yang adalah salah satu situs sejarah yang kita miliki.

(652)

Continue Reading