Sharing

Tepukan Misterius

By on June 12, 2012
Sumber : tsetsensod.blog.banjig.net

Suasana menjelang maghrib di Kota Surakarta kala itu memang agak lembab. Keletihan selama 12 jam perjalanan dari Jakarta membuat sore itu saya tak kuasa menahan kantuk. Alhamdulillah bisa terjaga beberapa saat sebelum maghrib.

Kamar hotel yang tidak begitu luas menjadikannya kurang nyaman untuk melakukan shalat di sana, apalagi kami bertiga. Kebetulan kalau tidak salah menurut petugas hotel di lantai bawah ada mushalla. Pasti lebih nyaman untuk shalat berjamaah di sana.

Saya satu kamar dengan adik saya dan paman. Adik saya beberapa hari lagi akan menggenapi Dhiennya (menikah) dengan seorang gadis Solo. Ibu, kakak, dan beberapa kerabat pun turut dalam rombongan ini. Dan kami sekeluarga besar akhirnya hadir di kota batik ini pagi tadi dengan mencharter sebuah bus.

Adik saya memutuskan untuk mandi terlebih dahulu sedangkan paman saya asyik masyuk mengobrol via telepon dengan seseorang. Setelah pamit pada keduanya, saya pun segera pergi ke mushalla lebih dahulu, toh pasti mereka akan menyusul.

(2032)

Continue Reading

Sharing

Shaf Paling Depan untuk Siapa?

By on November 7, 2011
Sumber foto : http://ustadzrofii.files.wordpress.com

Bukan karena orang yang mengerti benar masalah fiqih, bukan pula karena merasa lebih dalam memahami ilmu, bukan… tulisan ini cuma lahir dari rasa keadilan yang terusik, rasa keadilan hamba-hamba di hadapan-Nya atas kesemena-menaan otoritas kedudukan, jabatan, dan harta

Allahu Akbar… Allahu Akbar… Allahu Akbar… Gema takbir entah kenapa selalu membuat hati ini bergetar-getar aneh. Getar itu melukiskan perasaan antara terharu, merasa kecil, merasa begitu banyak dosa, dan rasa-rasa lainnya yang sulit untuk didefinisikan secara harfiah (scenic)

Pagi itu takbir bersahutan mengiringi langkah saya menuju ke masjid dalam rangka menunaikan shalat Idul Adha. Nggak mau rugi saya sudah mengambil wudhu sejak dari rumah, bayangkan tiap langkah kita terhitung pahala lho. Kalau nggak ambil wudhu jalan kaki begini jauh pasti rugi banget #ambil kalkulator #eh (okok)

Pukul 06.06 Saya sudah tiba di halaman depan masjid. Beberapa jamaah tampak sudah mengisi shaf-shaf (barisan) di luar ini. Wah artinya ruangan utama masjid sudah penuh nih. Karenanya saya mempercepat langkah dan bergegas menaiki tangga ke ruang utama masjid. Wow… memang benar. Sekilas tampak ruangan utama ini sudah penuh, tapi Alhamdulillah, lewat pengamatan saya yang luar biasa cermat saya berhasil menemukan space untuk 1 orang #edisilebay. Saya pun segera mengambil alih tempat itu (yahoo)

(1918)

Continue Reading

Hikmah

Selagi Mampu, Yuk Berbuat Baik … !

By on February 11, 2010

Sumber Foto jannahsteps.com


“Sewaktu ada seseorang sakit atau bepergian, maka baginya ditulis beramal sebagaimana amal yang dilakukan sewaktu ia sehat”
(HR BUKHORI)




Beberapa kali mendampingi almarhum ayah ketika beliau dirawat di rumah sakit membuat saya tersadar begitu mahalnya harga sebuah kata “sehat” itu. Bahkan kesehatan itu tidak bisa dihargai dengan uang berapa pun nilainya.

Satu saja anggota tubuh kita didera penyakit, tentu seluruh tubuh akan merasa tidak nyaman. Sekalipun penyakit itu sepele semisal sakit kulit atau terluka kecil.

Karenanya kesadaran yang lebih akan begitu pentingnya kesehatan membuat saya mencoba sangat berhati-hati dalam menjaganya. Saya juga yakin demikian juga dengan kita semua.

Nah lantas apa ya hubungannya kesehatan dengan berbuat baik?

Perbuatan baik yang kita lakukan jika kita mampu melakukannya dengan rutin dan berkesinambungan ternyata membawa efek yang luar biasa. Dia akan lestari di mata Tuhan. Setidaknya itu yang kita tangkap begitu membaca kutipan hadits shahih di atas.

Kok bisa?

Jika selama kita sehat kita biasa Shalat Berjamaah On Time di masjid, kita biasa menjaga wudhu setiap saat, biasa bersedekah, ringan tangan dalam menolong teman dan saudara, biasa menyapa tetangga, biasa membagikan masakan istimewa kita ke tetangga, biasa menghadiri majlis ilmu, biasa berniaga yang lurus dan halal, dan kebiasaan baik lainnya …. maka ini adalah modal yang LUAR BIASA!!!

Kok bisa (lagi)???

Ketika suatu saat Allah menguji kita dengan penyakit hingga kita tak lagi mampu beraktifitas seperti biasa bahkan tak lagi mampu beranjak dari tempat tidur, ternyata ALLAH tidak menyia-nyiakan amalan baik kita selama sehat. ALLAH akan menghitung kita dengan pahala sebagaimana ketika kita sehat. SUBHANALLAH …

Nggak hanya ketika sakit, bahkan ketika sedang dalam perjalanan jauh pun demikian. Wew … betapa pemurahnya ALLAH.

So, selagi sehat, selagi mampu, selagi kita diberi keringanan dalam melakukanan kebaikan, selagi muda, selagi ada kesempatan Yuk kita selalu berbuat baik … baik … dan baik. Kata Aa Gym mulai dulu dari hal-hal yang mudah :)

Yuk temans, tunggu apa lagi :)

(2061)

Continue Reading