Review

The Bourne legacy : Bourne tanpa Jason Bourne

September 5, 2012
Sumber : blog.beliefnet.com

Pecinta sosok agen Bourne? Pastinya sudah menonton 3 film sebelumnya (The Bourne Identity, The Bourne Supremacy, The Bourne Ultimatum). Penantian 5 tahun akhirnya muncul kembali kelanjutan film ini yaitu The Bourne legacy.

Matt Damon yang selama ini berperan sebagai Jason Bourne dalam 3 film sebelumnya terbilang sangat sukses menghidupkan tokoh ini, sosok agen yang sedemikian dingin, tangkas, ahli bela diri tangan kosong serta, serta kemampuan berpikir yang sangat cepat. Satu lagi yang istimewa, tidak seperti sosok agen lain yang cenderung playboy, Jason Bourne adalah sosok yang sangat setia pada pasangannya.

Tanpa Jason Bourne

Kali ini yang berperan sebagai penulis skenario sekaligus sutradara The Bourne Legacy adalah Tony Gilroy. Rasa Bourne masih ada dalam The Bourne legacy ini karena Tony Gilroy lah yang juga menulis skenario ketiga film sebelumnya dengan sutradara Paul Greengrass.

Tony Gilroy memutar otak untuk melanjutkan Bourne tanpa kehadiran Matt Damon. Hasilnya adalah dibangunnya cerita yang berusaha mengaitkan sosok Jason Bourne dengan kisah baru yang akan tampil di Legacy. Selain itu Gilroy juga memunculkan tokoh baru bernama Aaron Cross (Jeremy Renner) yang juga berperan sebagai agen. Bedanya adalah Aaron merupakan agen CIA dari program yang diberi nama Outcome sedangkan Jason Bourne dari program Treadstone. Program Outcome ini menjadikan para agennya tangguh dengan menggunakan rekayasa genetika, bukan pencucian otak sebagaimana dalam Treadstone.

Jeremy Renner berhasil tampil memukau sebagai agen yang tangguh, cerdas, dan ahli bela diri sebagaimana Jason Bourne. Kesan dingin pun lumayan bisa dimunculkan. Bagaimana pun Aaron dan Jason Bourne adalah 2 sosok yang berbeda dan kurang adil rasanya jika kita membandingkan keduanya. Yang pasti Jeremy Renner mampu menampilkan sosok Aaron dengan sangat apik, bahkan terkesan lebih tangguh dari Jason Bourne.

Cerita

Sumber : flicksandbits.com

Bangunan cerita Legacy agar ada kaitan dengan film sebelumnya, Ultimatum, setidaknya membuat kisah berjalan penuh dengan dialog di awal 30 menit pertama. Ini memang sepertinya harus dilakukan agar terjadi kesinambungan cerita walaupun agak membingungkan.

Terungkapnya program Treadstone ke publik dan tengah diselidiki oleh pemerintah AS menjadikan pihak CIA segera melakukan “hapus jejak” untuk program Outcome agar tidak terendus oleh pemerintah. Ini artinya seluruh data, dokumen, bahkan seluruh agennya akan ikut juga dimusnahkan.

Aaron yang saat itu tengah menjalani test di belahan terpencil di Alaska tidak menyadari bahwa test ini adalah merupakan cara untuk memusnahkan dirinya. Belakangan ia sadari ada sesuatu yang “tidak beres” ketika rekan agen yang ia temui di Alaska tersebut mendadak dibom, bukan oleh musuh melainkan oleh pesawat robot milik CIA sendiri.

Ketergantungan akan obat bagi para agen di outcome ini menjadikan Aaron akhirnya menemui Dokter Marta Shearing (Rachel Weisz). Sang dokter yang ternyata juga menjadi sasaran yang ingin dimusnahkan akhirnya bertemu dengar Aaron ketika ia nyaris dibunuh oleh utusan dari CIA. Selanjutnya cerita berlanjut tentang pelarian keduanya untuk menghindari pemusnahan dari CIA.

Kisah pelarian Aaron dan Dokter Marta serta tentang bagaimana akhirnya Aaron menghilangkan ketergantungannya pada obat pada program Outcome ini terjalin dengan apik dan menegangkan. Ini akan mengingatkan kita pada 3 film sebelumnya yang menyajikan rasa yang sama.

Tetap Menanti Jason Bourne

Aaron tetaplah Aaron dan Jason Bourne tetaplah Jason Bourne. Biar masing-masing memiliki kisah dan petualangannya. Yang pasti kita masih tetap merindukan kehadiran Jason Bourne untuk menyelesaikan segala permasalahannya. Kita tetap menantikan hadir kembali Jason Bourne.

 

 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
  1. wiiiiiiiiiiii.. kyanya keren ni..
    klo trilogi bourne sebelumnya ditonton lebih dari 3 kali, berarti yang ini juga wajib ditonton lebih dari 3 kali hehehe..

  2. Menurut saya, dengan budget yang paling tinggi, plot ceritanya kurang menarik dibandingkan tiga sekuel sebelumnya. Dan durasinya terlalu lama, apalagi pas kejar kejaran motor. Pinginya dibahas kelanjutan sidangnya pamela landy dan munculin jason bourne lagi.

    1. Iya Gie, gara-gara Matt Damon nggak mau lagi main film ini jadi si sutradara dan penulis skenario nya pusing deh tujuh keliling (tongue)

  3. Filam-film bertema agency dan konspirasi gini saya seneng sayang buntut2 sepertinya blm cukup umur, so tunggu muncul di tv nasional aja deh. Kecuali Opa berbaik kirim link (eh gak boleh yak) atau DVD (masih lama pulak) ke saya … 😀

    Sebagai agen pemerintah eh perubahan … penting untuk menonton beginian (kecuali yang porno2 yah) supaya tau risiko perjuangan. Bukan begitu, Opa? 😛

  4. Tanpa menyadari misinya dalam sebuah operasi bernama Operation Outcome, agen rahasia Aaron Cross (Jeremy Renner) terjebak dalam sebuah kabin di Alaska bersama agen operatif (Oscar Isaac). Ternyata, Operation Blackbriar dan Treadstone Project yang baru saja diekspos oleh Jason Bourne (karakter Damon dalam ‘The Bourne Trilogy’) yang kita saksikan dalam ‘The Bourne Ultimatum’ bukan satu-satunya operasi rahasia dari Departemen Pertahanan AS untuk menciptakan agen-agen super melalui eksperimen laboratorium yang dirancang bersama-sama dengan CIA. Direktur CIA Ezra Kramer (Scott Glenn) beserta agen operatif Blackbriar, Noah Vosen (David Straithairn) dan agen Departemen Pertahanan Marc Turso (Stacy Keach) pun menugaskan mantan intelijen Air Force Eric Byer (Edward Norton) untuk menggagas misi rahasia, mengeliminasi operasi-operasi yang sudah tersebar di seluruh penjuru dunia. Dalam sekejap, Cross menemukan dirinya menjadi satu-satunya agen Outcome yang selamat dan kini jadi target buruan pemerintah. Bergabung bersama Dr. Marta Shearing (Rachel Weisz), pelaksana eksperimen yang luput dari pembunuhan terencana atas perintah Byer, Cross pun mencari jalan keluar untuk menyelamatkan dirinya, sekaligus membongkar seluruhnya operasi rahasia ini hingga ke Manila yang jadi pabrik rekanan obat-obatan agen super itu diproduksi. Dan di belakang mereka, bersama para agen-agen CIA, seorang supersoldier (Louis Ozawa Changchien), siap untuk meringkus Cross bersama Shearing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.