Review

The Social Network : Bukan Sekedar Film tentang Facebook

November 7, 2010

Mulanya saya tidak terlalu berharap pilihan saya menonton hari ini adalah sesuatu yang luar biasa. Tanpa bekal membaca review-review film ini di internet, sebagaimana biasa saya lakukan sebelum menonton 😎 , saya pun tanpa beban melenggang ke Epicentrum XXI.

Siang tadi pilihan saya jatuh pada Film The Social Network, yang konon kabarnya adalah film tentang facebook. Berbekal sinopsis sederhana dari situs bioskop 21 saya rasa cukup πŸ™‚

Sejak scene pertama film ini telah memaksa saya untuk berkonsentrasi dengan percakapan yang sangat cepat antara tokoh Mark Zuckerberg (Jesse Eisenberg) dan teman wanitanya Erica Albright (Rooney Mara). Percakapan dengan tempo di atas rata-rata ini sepertinya ingin menunjukkan karakter Mark sebagai seorang yang cerdas, cenderung egois, dan ambisius. Selain itu tentu saja kesan bahwa Mark seorang yang cenderung anti sosial dan menyebalkan pun dengan sukses tersampaikan di sini.

Seorang Mark adalah sosok yang kepalanya selalu dipenuhi dengan ide. Bahkan ketika frustasi karena diputus oleh kekasihnya pun ide-ide itu bermunculan dengan derasnya. Dia hobi berkesperimen untuk membuat web yang dia yakini akan banyak disukai orang. Contohnya malam itu ketika ia membuat facemash.com dengan menjebol server milik kampusnya sendiri, Harvard, yaitu web yang membandingkan wanita-wanita cantik di Harvard. Terhitung dalam 2 jam Facemash.com mampu meraih 22.000 kunjungan sebelum akhirnya diblokir oleh pihak kampus.

Facemash.com walaupun mengantarkan Mark untuk menerima hukuman dari kampusnya, tapi ini telah membuka mata semua orang bahwa ia bukanlah sosok yang bisa diremehkan. Bahkan pihak kampus, termasuk golongan mahasiswa elit di Harvard pun mengakui bahwa Mark adalah seorang yang brilian.

Selanjutnya cerita mengalir dengan plot maju-mundur dan terus terang saya pada awalnya agak bingung dengan alur ini. Untungnya ini tidak lagi membingungkan ketika cerita mengalir dengan semakin jelas.

Saya kurang tertarik untuk menceritakan cerita lengkap film ini yang tentu saja cukup menarik dengan segala bumbu persahabatan, pengkhianatan, dan nilai-nilai idealisme melawan kapitalisme. Saya justru lebih tertarik dengan gaya David Fincher menyampaikan film ini dengan begitu cerdas dan terasa greget. Mengapa saya bisa menilai demikian, menurut saya David mampu menguraikan kronologis secara lengkap dan detail bagaimana berjalannya sebuah ide briliant seorang Mark menjadi sebuah wacana, kemudian diolah dalam sebuah proses brainstroming, lalu menjadi rancangan yang bersifat teknis, dan akhirnya menjadi sebuah project yang detail untuk dieksekusi. Bahkan ketika project ini telah berjalan pun tergambar jelas bagaimana penyempurnaan di sana-sini terus dilakukan.

Sungguh penggambaran ini membuat saya terkesima akan hebatnya kekuatan sebuah ide itu. Inilah inti kekuatan dari seorang Mark si penggagas Facebook yang hingga kini telah menjaring 500 juta member di seluruh dunia dan menjadikannya sebagai orang terkaya dan termuda di dunia.

Kita pun pasti pernah memiliki ide-ide besar di kepala kita bukan? Lantas apa bedanya kita dengan seorang Mark Zuckerberg? Menurut saya bedanya adalah kita tidak pernah berani mewujudkan ide dan mimpi kita tersebut. Terlalu banyak ketidakpercayaan diri yang mendominasi diri kita ketimbang optimisme.

Film ini buat saya sangatlah inspiratif dan mencerahkan. Di luar pro kontra tentang bagaimana di balik pembuatan film ini saya pribadi sangat puas bisa membawa oleh-oleh keyakinan akan “hebatnya sebuah ide” dari menonton film ini (worship) .

Buat Anda yang senantiasa terbuka akan ide-ide baru atau pun yang bekerja dalam industri/dunia kretaif, saya sangat merekomendasikan film ini. Ternyata The Social Network lebih dari sekedar film tentang facebook (rock)

Sumber Foto :

http://moviesynopsisonline.com

http://herecomestwo.wordpress.com

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
  1. Huaaaaaaa (cry)
    opa ga ngajak2 (tears)

    katanya mau nonton ke depok (idiot)

    hmm.. tapi intinya sih boleh juga tu, kapan aja kita bisa punya ide, tapi ya ngelaksanainnya yang susah banget
    moga2 bisa menjadi inspirasi buat masa tua *lho

    1. Eini kan ane udah bilang2 di twitter (taser)

      Ris kalo udah sembuh buruan nonton ini film, keren banget deh. Selesai nonton kita seolah habis di charge dan tertantang untuk bikin ide2 besar (rock)

  2. Woow (woot). abis baca review mas iman makin penasaran nih ane ama film ini :-)) hmm pantesan kemaren gg bs dikontak hehe lg nonton toh wkwkwk πŸ˜›

    penasaran jg sm tagline film itu…(unsure)

    sipp, mari wujudkan ide-ide BESAR kita!! (dance) (banana_rock) (rock)

    1. Eh memangnya Yugo telepon saya ya kemarin? (doh) Maaf pulsanya habis jadi belum balas sms (tongue)

      Film ini keren banget Go, sangat inspiratif bagi orang2 yang kayak akan ide besar. Yuk nonton buruan (rock)

    1. Lebih dari sekedar facebook maksudnya adalah…

      Film ini merupakan film yang mengandung muatan motivasi yang sangat bertenaga, sehingga disinyalir dapat menggerakkan jiwa-jiwa serta pikiran bagi siapa saja yang menontonnya dengan pikiran terbuka #lebaymode

      Lho, kok raksasa sih? tapi manis kan? #eh (blush)

  3. mmmmm di Indonesia saja keteteran nontonnya, gimana kalo di Australi yah yang gak pake subtitle, bisa bingung sendiri saya di bioskop hahahahaha. Rencananya pengen nonton hari ini sih….

    Thanks review nya mas Iman

  4. reviewnya bagus. saya setuju, terlepas dari pro dan kontra, penggelontoran dari ide besar sampai menjadi rancangan teknis dan implementasi dijabarkan semua dengan detail, bahkan termasuk bumbu-bumbu pertengkaran dan konfliknya.

    inti ceritanya sebenarnya sederhana, untuk mencapai mimpi besar tidak semudah membalikkan telapak tangan, butuh kerja keras dan harus siap dengan konflik.

    1. Mba Injul, kalau dalam waktu dekat ini sih saya pastinya nggak akan melewatkan nonton Harry Potter 7. Makanya teman2 deBlogger maukah nobar film ini? (thinking)

    1. Doni, ini film bagus banget, terutama untuk orang2 kreatif dan enterpreuner seperti ente. Sayang film ini udah nggak tayang lagi di bioskop. Tapi jangan khawatir bajakannya tersedia kok di pasaran #eh (okok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.