Review

Zenfone Max M2 Ponsel Keren Tapi Kok Kurang Beken?

January 31, 2019

Memasuki tahun 2019 salah satu “wish list” saya adalah #gantigadget alias #gantiponsel. Bagaimana tidak? Sebagai orang yang suka sekali mengikuti berita perkembangan teknologi, khususnya teknologi perponselan, ponsel yang saya miliki adalah ponsel keluaran April 2016. Tiga tahun saudara-saudara. Jadul euy!

Mengingat perkembangan teknologi saat ini yang sedemikian pesat, bisa dibayangkan betapa tertinggalnya teknologi di ponsel saya ini.

Ponsel baru yang saya bayangkan ini setidaknya bisa memenuhi beberapa kebutuhan saya yang sangat mendasar dari sebuah ponsel yakni baterai yang tahan lama, kamera ciamik, dan yang pasti harus bisa diajak ngebut alias tidak lemot. Selain persyaratan tersebut, pastinya harga ponselnya juga harus terjangkau oleh dompet saya ­čÖé

Mengapa Baterai Badak?

Sebagai orang yang bertempat tinggal di Depok dan berkantor di Jakarta bagian barat, saya harus berangkat jauh lebih pagi untuk mengantisipasi macet agar bisa tiba tepat waktu di kantor. Selain macet, hal lain yang saya antisipasi adalah mencegah ponsel lawas saya ini agar tidak terlalu cepat low batt. Karenanya saya selalu memastikan ponsel yang saya bawa dalam kondisi full charged.

Kendati terdapat telepon kantor, intensitas penggunaan ponsel saya lumayan tinggi. Customer lebih suka menghubungi saya ke nomor ponsel ketimbang telepon kantor. Karenanya wajar ketika lewat tengah hari indikator baterai di ponsel saya ini sudah memanggil-manggil untuk dicharge kembali.

Yang paling merepotkan adalah ketika saya harus beraktifitas di luar kantor. Mau tidak mau saya harus membawa power bank ke mana-mana. Sangat nggak nyaman.

Kamera Ciamik

Kamera ponsel sangat penting bagi saya, selain untuk mengambil obyek foto yang terkait dengan pekerjaan, saya juga gemar sekali mengabadikan setiap momen yang saya anggap unik dan menarik. Tentu saja jika berkumpul dengan keluarga, anak-anak adalah obyek foto yang tidak pernah bosan untuk saya capture.

Dengan menggunakan kamera pada ponsel lawas, seringkali saya harus kehilangan momen untuk diabadikan, karena ponsel saya ini memiliki respon yang lambat untuk menangkap gambar. Selain itu untuk mendapatkan hasil foto yang benar-benar fokus dan tidak blur juga dibutuhkan extra effort, yaitu harus berkali-kali mengambil gambar. Itu pun terkadang hasilnya tetap tidak memuaskan.

Dalam pekerjaan saya seringkali harus mengambil foto jarak dekat (makro), misalnya harus memfoto label kemasan yang hurufnya tidak jarang berukuran sangat kecil. Ponsel lawas milik saya seringkali angkat tangan, karena selalu gagal untuk mengambil fokus jika jarak obyek terlalu dekat. Kalau sudah begini terpaksa saya meminjam ponsel milik rekan kerja saya.

Ngebut dan Tidak Lemot

Penggunaan ponsel dalam keseharian saya lebih banyak untuk membuka email dan bersosial media, selain tentu saja juga untuk berfoto-foto ria. Saya memiliki setidaknya 3-4 akun email yang aktif, 4 akun instagram, 2 akun twitter dan juga akun facebook. Khusus facebook saya memiliki 2 pages yang selalu saya update setiap harinya. 

Aktifitas saya tersebut mungkin untuk ponsel dengan teknologi chipset terbaru adalah hal yang ringan untuk dilakukan, namun bagi ponsel lawas milik saya terkadang semua aktifitas yang saya lakukan ini membuatnya ngelag bahkan beberapa kali sampai membuat hang. Kalau sudah begini saya cuma bisa bersabar sambil mencoba merestart ponsel.

11 Desember 2018

Apa yang istimewa di tanggal 11 Desember 2018 yang lalu? Ini adalah saat peluncuran ponsel Asus terbaru. Istimewanya Indonesia dipilih oleh Asus sebagai salah satu negara yang paling awal meluncurkan ponsel baru tersebut. Bukan hanya 1 ponsel melainkan 3 ponsel sekaligus, yakni ROG Phone, Zenfone Max M2, dan Zenfone Max Pro M2.

Saya mengikuti live tweet dari beberapa tokoh tekno-blogger yang hadir di acara peluncuran ketiga ponsel ini. Hal yang paling saya nanti-nantikan dalam sebuah acara peluncuran produk ponsel adalah apa fitur unggulan ponsel tersebut serta berapa harganya. Informasi kedua inilah yang selalu saya jadikan patokan utama saya agar bisa sesuai dengan isi dompet saya hehehe.

Satu dari 3 ponsel yang diluncurkan adalah ROG Phone. Info tentang ponsel yang satu ini langsung saya skip dari perhatian saya karena saya bukan seorang yang hobi bermain game di ponsel, dan tentu saja juga karena harganya yang tidak mungkin saya jangkau. Mahal bro!

Yang menarik perhatian saya adalah 2 ponsel yang saling identik satu sama lain, yakni Zenfone Max M2 dan Zenfone Max Pro M2. Keduanya adalah penerus dari Zenfone Max Pro M1, ponsel yang pada Mei tahun lalu sempat membuat heboh jagad pergadgetan di tanah air karena menjadi ponsel gaib, alias ponsel yang sulit ditemukan di pasaran baik online maupun offline.

Zenfone Max Pro M1 memiliki segudang fitur unggulan dan dijual dengan harga yang sangat terjangkau. Berbagai review positif ponsel ini pun bertebaran di berbagai media, terutama di sosial media. Rasa penasaran pun langsung menghinggapi pikiran saya ketika generasi penerusnya diluncurkan. Sehebat apakah Zenfone Max M2 dan Zenfone Max Pro M2 ini?

Zenfone Max Pro M2 langsung menyita perhatian hampir semua orang karena berbagai keunggulan fitur yang dimilikinya serta tampilannya yang sangat mewah. Saudaranya, Zenfone Max M2, nyaris dilupakan dari gegap gempitanya acara peluncuran ini.

Memang sih Zenfone Max Pro M2 jauh lebih menarik, tapi selisih harganya juga lumayan besar dengan Zenfone Max M2, yakni sekitar setengah juta rupiah.

Saya pun langsung berpaling ke Zenfone Max M2 yang menurut saya justru unik dan menarik. Ponsel ini menggunakan prosesor Snapdragon 632. Artinya ini adalah ponsel pertama di Indonesia yang menggunakan chipset keluaran Qualcomm ini. Dari lini masa yang saya ikuti ternyata masih banyak keunggulan Zenfone Max M2 ini selain prosesornya. Apa saja ya keunggulannya?

Asus-Zenfone-Max-M2-Processor-1024x572

Snapdragon 632

Prosesor ini diyakini sebagai penerus Snapdragon 625 yang fenomenal karena irit daya. Kendati irit daya, chipset ini memiliki performa yang mumpuni untuk gaming dan keperluan sehari-hari. Nah bagaimana dengan Snapdragon 632 sebegai penerusnya? Logikanya pastilah lebih bagus performanya namun tetap irit daya.

Dan faktanya ternyata memang demikian. Dalam salah satu foto yang dibagikan pada live tweet peluncuran ini terlihat score benchmark untuk Snapdragon 632 jauh mengungguli pendahulunya (Snapdragon 625), yakni performanya naik sekitar 32%. Wuih keren!

Dengan nilai benchmark yang mencapai lebih dari 100 ribuan, ponsel ini tentu saja sudah bisa diajak untuk gaming dengan baik, termasuk game-game yang masuk kategori berat. Terdapat game Free Fire yang merupakan bawaan ponsel ini, dan menurut beberapa reviewer yang telah mencobanya Max M2 mampu melahapnya dengan sempurna. Tentu saja game lain sejenis ini juga akan dilalap habis di ponsel ini.

Satu isu yang menjadi perhatian pengguna Zenfone Max Pro M1 adalah ponsel yang cepat terasa panas ketika diajak gaming. Dan masalah ini sudah tidak lagi ditemui di Zenfone Max M2. Pemakaian gaming selama berjam-jam pun tidak menjadikan ponsel ini terasa panas dan tetap dingin.

Jika sebuah ponsel sudah direkomendasikan sebagai ponsel gaming, tentu saja tidak ada keraguan buat saya untuk performa ponsel ini jika digunakan hanya untuk keperluan sehari-hari seperti foto, email, dan sosial media. Pasti ngebut!

Layar Kekinian

Zenfone Max M2 mengusung layar 6.26 inci dengan rasio 19:9, rasio kekinian yang menjadikan ponsel tetap langsing dan nyaman untuk digenggam kendati memiliki layar yang besar. Satu lagi, ponsel ini memiliki poni (notch) juga lho. Jadi tambah pede ketika menggenggamnya.

Perbandingan ukuran layar terhadap body ponsel adalah 88%. Termasuk sebuah angka yang tinggi. Komponen layar mendominasi hampir 90% permukaan depan ponsel. Asus menyebutnya “All screen display“.

Layar ponsel ini berukuran HD+ yaitu 720 x 1520 piksel. Nyaman untuk mata kita. Karena memang secara kasat mata ukuran piksel layar HD+ dan Full HD+ tidak terlalu kentara perbedaannya. Bukankah konsumsi baterai yang paling besar ada pada layar? Jadi jika sebuah ponsel dengan resolusi layar HD+ pasti jauh lebih irit.

Dual Rear Camera

Untuk urusan kamera Zenfone Max M2 sudah menggunakan 2 buah kamera utama di bagian belakang dan sebuah kamera di bagian depan. Hal ini sebagaimana tren ponsel-ponsel keluaran terbaru lainnya.

Di bagian belakang ada 2 kamera yaitu 13 megapiksel (f/1.8, 1.12-micron) dan 2 megapiksel. Dual kamera ini telah dilengkapi dengan AI (artificial intelegence) yang tentu akan mampu memberikan ketajaman hasil foto yang lebih baik dan detail.

AI pada kamera pada ponsel ini mampu membedakan hingga 13 kategori obyek foto, di antaranya kategori orang, makanan, hewan, tumbuhan, hingga ke dokumen-dokumen tertulis. Kepintaran buatan ini pastinya akan mampu mengolah foto sehingga tampil lebih baik untuk setiap kategorinya. Wah ini cocok banget buat saya yang suka jeprat-jepret.

Untuk foto bokeh tentu dapat dilakukan pada ponsel ini. Kamera 2 MP di bagian belakang bertugas memberikan efek kedalaman yang mendukung untuk foto bokeh.┬áJadi tidak perlu memakai software lagi untuk mendapatkan efek bokeh ­čÖé

Untuk kamera selfie tersemat kamera 8 MP yang dilengkapi dengan softlight LED flash. Fitur HDR pun telah ada di kamera depan ini membuat foto selfie yang dihasilkan bisa lebih tajam namun tetap natural. 

Oh ya, kamera utama ponsel ini juga telah dilengkapi EIS (electronic Image Stabilizer). Video yang diambil sambil berjalan pun terlihat lebih stabil dari guncangan. Ini fitur idaman banget. Walaupun sayangnya fitur EIS pada Max M2 ini hanya maksimal pada resolusi video HD, padahal kamera Max M2 ini mendukung hingga 4K lho.

Zenfone-Max-M2-camera

Baterai Segede Gaban

Dengan baterai sebesar 4000 mAh pada Max M2 dan dengan konsumsi layar yang berukuran HD serta penggunaan prosesor Snapdragon 632 yang super irit, maka hasilnya tentu saja baterai yang super hemat. Bahkan Asus mengklaim baterai pada Max M2 ini bisa bertahan hingga 2 hari. Wow!

Untuk gaming ponsel ini mampu bertahan hingga 8 jam non stop. 

Pure Android

Asus Zenfone Max M2 berjalan pada platform stock android 8.1 Oreo dan akan mendapatkan update ke versi yang lebih baru yaitu Android Pie. Banyak pihak yang menyatakan bahwa penggunaan android murni sebagai sistem operasi akan membuat ponsel menjadi jauh lebih gegas karena tidak dibebani dengan bloatware yang tidak perlu dan seringkali memberatkan. Wah ini nih yang saya cari. 

Speaker Mantap

Zenfone Max M2 memiliki 5 magnet speaker berlapis metal. Bukan satu atau dua lho, melainkan lima speaker! Mantul banget kan? Banyak yang menyatakan bahwa ponsel ini memang memiliki suara yang lebih keras namun tetap jernih dibandingkan speaker ponsel lainnya.

Belum lagi pemakaian NXP 9874 smart amplifier yang mengurangi distorsi suara. Bagi saya yang suka mendengarkan musik tentu saja akan sangat dimanjakan dengan fitur ini. Dan buat kamu yang hobi gaming di ponsel, terbayang serunya bermain game dengan dentuman suara dari 5 speakernya. Pasti akan memberikan sensasi gaming yang lebih seru.

 

Premium Style dan Lega

Kendati body Max M2 tidak berlapis material kaca seperti saudaranya Max Pro M2, namun body nya yang terbuat dari metal benar-benar memberikan kesan premium. Belum lagi ketebalan ponsel ini yang hanya 7.7 mm, menjadikan ponsel ini sebagai salah satu ponsel yang paling tipis di kelasnya. Ponsel ini terasa nyaman untuk digenggam. Ada 3 pilihan warna yang disediakan, yakni hitam, silver, dan biru. Kalau saya sih jatuh cinta sama si biru “space blue“, kesannya kekinian namun tetap elegan.

Oh ya, satu yang tidak kalah penting adalah adanya dedicated slot untuk micro SD selain slot untuk dua sim card. Dan yang bikin takjub adalah ponsel ini mendukung micro SD hingga ukuran 2 TB. Gila! Ponsel lawas saya yang memori internalnya 32 GB saja nggak habis-habis hehehe.

Oh ya bicara memori internal, ternyata Asus mengeluarkan 2 tipe Zenfone Max M2, yaitu RAM 3 GB dengan memori internal 32 GB dan RAM 4 GB dengan memori internal 64 GB.

Fitur menarik lainnya yang dimiliki Zenfone Max M2 antara lain face unlock dan fingerprint scanner untuk mengaktifkan ponsel, sensor Compass/ Magnetometer, Proximity sensor, Accelerometer, Ambient light sensor dan Gyroscope. Komplit kan?

Dan Harganya Adalah …

Luar biasa kan, ponsel canggih dan keren ini cuma dibanderol dengan harga 2,3 juta kembali 1000 perak. Masuk akal banget. Saya langsung terpincut dengan ponsel ini.

Berikut spesifikasi lengkap Asus Zenfone Max M2 yang saya ambil dari situs GSMarena.

Takjub juga saya dengan segala fitur dan spesifikasi Asus Zenfone Max M2. Kendati kurang terdengar gaungnya di belantara perponselan tanah air, namun ponsel ini ternyata memilki banyak kelebihan. Luar biasanya kelebihan-kelebihan pada Asus Zenfone Max M2 terasa pas sekali dengan segala hal yang saya butuhkan pada sebuah ponsel. Klop banget.

Kriteria ponsel idaman bukan melulu hanya bisa dipenuhi oleh ponsel yang dibanderol dengan harga tinggi, asalkan sesuai dengan kebutuhan dan selera, ponsel dengan harga terjangkau pun bisa menjadi ponsel idaman. 

Kurang beken* nggak mengapa, yang penting Asus Zenfone Max M2 buat saya tetap keren.

(*beken sama dengan terkenal atau masyhur. Kamus Besar Bahasa Indonesia)

 


Tulisan ini turut serta dalam BOY Writing Competition.

 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
  1. Aku paling jatuh cinta sama baterainya yang segeda gaban itu mas
    Ditambah harganya di bawah 3 juta udah bisa dapetin Smartphone gaming Zenfone Max M2 ini,, hehee
    sukses dan salam kenal ^_^

    1. Wah iya bener bro, Snapdragon 632 kayaknya sudah bisa manjain para gamers. Saya juga mau sih hehehe. Makasih sudah mampir ya.

  2. kalo main pubg udh gk bakal ada lag lag an inimah, auto chicken kalo kata kids zaman now mah haha, ya semoga bisa kebeli ya hp ginian, pengen banget deh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.