Komunitas

MataSinema: Komunitas Pemerhati Sinema Indonesia

December 15, 2009

Jika kita ketik kata “komunitas” pada google khusus halaman berbahasa Indonesia maka akan muncul 3.720.000 pilihan situs. Jika kita tambahkan kata “sinema” maka jumlah pilihan situs akan menyusut menjadi tinggal 113.000 saja. Namun ini sebenarnya bukanlah juga angka yang sedikit, ternyata komunitas yang berbasiskan pada sinema atau setidaknya berhubungan dengannya di Indonesia sedemikian banyak.

Tiap komunitas memiliki ketertarikan pada fokus tertentu, seperti film indie (independen), film alternatif, kajian film dari sudut pandang psikologi dll. Ada pula komunitas yang berbasiskan wilayah seperti komunitas pecinta sinema Purbalingga, Forum Sinema Semarang dll.

Melengkapi warna pelangi komunitas persinemaan di tanah air, ahad lalu, 13 Desember 2009, telah lahir sebuah komunitas pemerhati sinema Indonesia yang bernama MataSinema. Komunitas ini memiliki fokus mendukung lahirnya film-film Islami dan pembangun jiwa. Tidak hanya itu komunitas yang mendedikasikan diri sebagai Cinema Watch di tanah air ini ini pun memiliki misi untuk melindungi masyarakat dari serbuan film-film yang merusak moral masyarakat, khususnya gerenasi muda.

Suwandy Basyir sebagai ketua komunitas MataSinema menuturkan bahwa organisasi ini adalah adalah metamorfosis dari komunitas yang telah ada sebelumnya yaitu Komunitas Cinta Bertasbih yang merupakan sebuah milis (mailing list) di yahoogroups. Milis dengan anggota berjumlah 1.172 ini tentu saja lahir untuk menyambut diproduksinya Film Ketika Cinta Bertasbih (KCB) oleh Rumah Produksi Sinemart. KCB adalah sebuah film romansa Islami yang diangkat dari novel karya Habibburahman El Sirazy yang berjudul sama. Seiring dengan maraknya jejaring sosial, maka milis KCB pun membentuk group di Facebook dengan jumlah anggota 6562 orang. Jumlah yang tidak sedikit memang.

Seiring berjalannya waktu milis KCB ini kian berkembang. Selain dari jumlah anggota yang kian bertambah, pemekaran wilayah pun terjadi di beberapa tempat. Sebut saja Milis KCB cabang Jabodetabek, cabang Surabaya, cabang Batam, cabang Malang, cabang Samarinda, cabang Medan, cabang Bandung, cabang Riau, dan cabang Palembang.


Dengan beragam latar belakang, keanggotaan milis ini jadi bersifat sangat dinamis dan berwarna. Hanya ada satu benang merah kesamaan diantara semua anggota, yaitu mereka sangat mendukung dan mengapresiasi keberadaan film-film Islami yang membangun moral.Kesamaan tekad untuk turut membangun peradaban melalui film-film Islami inilah yang akhirnya membuat milis KCB akhirnya berubah nama menjadi MataSinema, sebuah komunitas independen pemerhati sinema Indonesia, khususnya sinema Islami. Perubahan nama ini diperlukan karena era film KCB yang telah selesai.

Soft launching MataSinema dilakukan bersamaan dengan Silaturahim Session V milis Ketika Cinta Bertasbih. Acara yang digelar di rumah makan Paparons Pizza Buncit ini dihadiri oleh lebih dari 80 orang anggota dan tamu undangan.

Acara yang bertajuk “Bangun Sinema Islami, bangkitlah peradaban” ini berlangsung sederhana namun penuh hikmah dalam indahnya ukhuwah. Kehadiran anggota dari luar kota pun menambah hangatnya suasana, seperti dari Bandung, Depok, Tangerang, Bogor, bekasi dan bahkan Ciamis.

Selain itu para pemeran film KCB seperti Oki Setiana Dewi, Heppy Syah, Renny Syahrial, Kang Suby dan istrinya serta beberapa undangan dari Sinemart pun hadir.

Dalam kesempatan ini Pak Dani Sapawie selaku line producer Sinemart yang sangat akrab dengan seluruh anggota milis ini dalam sambutannya sangat gembira menyambut kelahiran MataSinema. Beliau berharap agar MataSinema dapat menjadi “Cinema Watch” nya Indonesia yang mampu mengapresiasi secara profesional film-film Islami yang bermutu dan di lain pihak mampu melindungi masyarakat (ummat) dari bombardir serangan film-film yang merusak moral ummat.Banyak yang perlu dilakukan untuk membangun cita mulia ini. Membekali diri dengan ilmu dan pengetahuan serta menjalin komunikasi dengan komunitas pecinta sinema lainnya sangatlah diperlukan.

Untuk pengurus, ini adalah awal perjuangan membangun peradaban yang bermartabat bagi ummat. Sinema Islami yang bermutu dan diterima oleh ummat adalah sebuag keniscayaan. Untuk saat ini mungkin masih pada era film Islami bertema percintaan, ke depan diharapkan tema film Islami jauh lebih berwarna seperti yang belum lama ini beredar film Emak Ingin Naik Haji yang bertema bakti anak kepada ibunya.

Bismillah, sekali lagi selamat buat kelahiran MataSinema. Bangun sinema Islami, bangkitlah peradaban!

“Semoga MataSinema bisa menjadi wadah dan solusi buat pecinta dunia perfilman yang berbudaya. “Mata” berfungsi untuk melihat. Semoga MataSinema menjadi MataHati buat perkembangan sinema-sinema di masa sekarang ini. Harapanku semoga majalah MataSinema bisa terbit dan punya website pribadi”.
(Andi Arsyil Rahman Putra, pemeran Furqon dalam Film KCB)“Saya mendukung penuh dan bersyukur dengan lahirnya komunitas yang mau memperhatikan nasib perfilman Islam. Selalu bersama. Bismillah”
(Cholidi Asadil Alam, pemeran Azzam dalam Film KCB)

“Film-film Islami kini mulai menunjukkan giginya. Tentu hal ini harus direspon positif, tetapi kemudian Film seperti apakah yang “pantas” untuk mendapatkan predikat film Islami? Apakah hanya dengan menggunakan symbol Islam lalu Film itu bisa dinyatakan sebagai film Islami? Terlepas dari itu film Islami haruslah menjadi film yang berkualitas dalam segala aspek. Tentu hal ini menjadi hal yang sangat penting mengingat sebuah Film memiliki kekuatan yang luar biasa mempengaruhi masyarakat. Maka, dengan hadirnya MataSinema diharapkan akan adanya perbaikan dalam perfilman Islam yang kemudian berujung pada perbaikan bangsa ini. Jaya Film Islami! Jaya MataSinema!”
(Oki Setiana Dewi, pemeran Anna Althafunnisa dalam Film KCB)

Mari bergabung bersama kami:
Milis MataSinema
Website Resmi MataSinema

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
  1. MataSinema… hmm nama yang ciamik. Saia turut mendoakan semoga komunitas ini semakin solid dan mantaf.. saia gabung nggak ya? nanti-nanti deh kalau sudah direkrut jadi pemeran utama di Mihrab Cinta itu.

    *eitu foto profil dah kayak bang pitung.. ente ngebet jadi gubernur dki yak* 😛

  2. Iye Dod,setelah melalui pergulatan panjang dalam pencarian nama akhirnya dipilih MataSinema, terinspirasi dengan fungsinya sebagai “Cinema Watch”.

    Eh iya, katanya lagi butuh pemain pengganti Dalam Mihrab Cinta sebagai tokoh yang digebukin orang sekampung hehehe.

    Kostum koko bersarung itu pas lagi jadi panitia acara launching MataSinema hehehe. Keren kan? *dipentung*

Leave a Reply to dhodie Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.