Susahnya Berpakaian Rapi #eh

by | Feb 9, 2012 | Sharing | 24 comments

Satu lagi postingan nggak kurang penting dari saya #malahbangga

Dear friends, jujur deh kamu lebih memilih berpakaian rapi atau berpakaian nyaman? Apakah berpakaian rapi itu nggak nyaman? Ayo jawab (goodluck)

Nggak juga sih. Saya juga nggak tau jawaban pasti pertanyaan-pertanyaan di atas. Karenanya saya mau sedikit curhat tentang pakaian-pakaian apa saja yang saya selalu musuhi alias nggak pernah atau jarang banget saya pakai

CELANA JEANS

Sumber Foto : flexterkita.com

Terkadang saya senang melihat kawan yang hobi berpakaian casual, dengan memakai atasan berupa kaos, baik oblong maupun berkerah, dan bawahan berupa celana jeans serta bersepatu sporty. Look young and simple.

Tapi anehnya saya selalu gagal untuk berpakaian casual seperti itu, padahal saya kepingin sekali. Hingga saat ini bahkan kemajuan saya tidak pernah melampaui 50%. saya baru berani berkaos kerah minus celana jeans dan sepatu sporty.

Saya sendiri juga bingung kenapa?

Pernah mencoba tapi malah jadi nggak berani keluar rumah #DOH. Β  Walhasil hingga saat ini saya belum memiliki koleksi celana jeans (lonely)

KAOS OBLONG

Ini sebenarnya udah bisa saya taklukan karena banyak sekali baju haratisan (baca: gratisan) yang berwujud kaos oblong. Saya akan pede dan nyaman memakainya ketika semua orang atau mayoritas yang lain juga memakainya. Tapi ketika keluar rumah untuk acara-acara biasa, bisa dipastikan saya nggak akan mengenakan pakaian yang satu ini. Minimal ada kerah bertengger baru deh saya akan merasa aman dan nyaman memakainya kapan aja dan ke mana aja B-)

Sumber Gambar : gp-sticker.com

BAJU DIMASUKKIN

Cara berpakaian lainnya yang membuat saya amat sangat nggak nyaman tuh adalah memasukkan baju ke celana, duh gimana sih bahasa bakunya ini. Mungkin untuk mudahnya seperti gambar di bawah ini:

Pakai baju dirapikan seperti di atas itu paling bikin nggak betah. Bahkan di kantor pun saya tidak pernah memasukkan baju, kecuali ada momen-momen khusus, entah itu meeting, seminar, presentasi atau momen lainnya yang saya udah nggak bisa lagi mengelak untuk berpakaian seperti itu.

Ini juga membuat saya bingung, kenapa ya? Apa yang salah dengan cara berpakaian rapi seperti itu?

WARNA DAN MOTIF MENCOLOK

Yang satu ini juga bikin saya nyerah. Pada awalnya dahulu kala malah saya nggak pernah bersentuhan dengan warna-warna mencolok semisal merah, oranye, kuning, pink, ungu, dan sejenisnya. Tapi ini mulai bisa saya atasi perlahan-lahan. Hingga saat ini warna yang berhasil saya taklukan adalah merah dan ungu. Saya berhasil memiliki beberapa baju berwarna merah dan ungu. Dan saya merasa sangat nyaman ketika memakainya.

Motif mencolok hingga saat ini saya hanya mampu mengibarkan bendera putih. Benar-benar nggak sanggup untuk memakainya.

Sumber Foto : bajubalimurah.com

Walhasil demi alasan kenyamanan dan kepercayaan diri, hingga saat ini saya selalu beredar dengan pakaian atas kaos berkerah atau kemeja dengan selalu memakai celana bahan.

Entahlah ini sampai kapan. Tapi pastinya buat saya kenyamanan adalah yang terpenting.

Kalau kamu punya kendala berpakaian seperti saya nggak? Cerita dong (goodluck)

24 Comments

  1. nique

    klo ga punya kendala berpakaian, boleh langsung pulang ya mas? πŸ˜€

    Reply
    • Iman

      Boleh dong Nique, jangan lupa ambil hadiah ice creamnya di warung-warung terdekat ya hehehe (haha)

      Reply
  2. ecky

    tergantung situasi dan kondisi bang, haha

    Reply
    • Iman

      Iya sih bro, mungkin saya termasuk tipe orang yang kaku dan sangat konvensional dalam berpakaian (tongue)

      Reply
    • Iman

      Nah ini nih yang asyik. Pingin sih tapi #mendadakgalau (lonely)

      Reply
  3. Goiq

    saya justru kebalikan dirimu kakak.. Saya cuma punya 1 celana bahan dan sama sekali tidak punya sepatu formil. Sisanya adalah kaos, celana jeans dan kemeja semi formil.. Soalnya itulah bisana kebesaran di kantor. Kaos, jaket, celana jeans dan sepatu casual.. hahahaha

    Reply
    • Iman

      Ih bikin ngiri aja #keplakGoik (idiot)

      Reply
  4. indobrad

    kalo saya juga jarang masukin baju ke celana kecuali pas kerja. dengan alasan siluetnya tidak mendukung :p

    Reply
    • Iman

      Saya bold dan underline ya “siluetnya tidak mendukung” #ngakak (lmao)

      Reply
      • mima

        ngakak baca komennya om brad..
        tp semenjak hamil dan habis melahirkan dengan BB nambah hampir 20kg, saya juga ga berani pake baju yg pas seperti kemeja. jadi pake kemejanya klo kepepet dech ahahaha.. πŸ™‚

        btw, yg bikin saya ga nyaman adalah ketika harus dipaksa pakai rok. ok, saya tau saya perempuan, tp mau diapain lagi. rasanya tu sumpek gituuuu.. lebih enak pakai celana apalagi celana training hehehe.. love it πŸ˜›

        Reply
        • Iman

          hahaha pantes jarang banget liat Mirma pake rok (haha)

          Reply
    • nique

      hahaha … maap balik lagi gara2 baca ini, padahal dah mo deket rumah tadi tuh πŸ˜›

      maksudnya siluetnya tidak mendukung tuh yg cem mana yak? xixixi …

      Reply
      • Iman

        Cuma Brad aja deh yang bisa ngejawab ini #ngumpet (ninja)

        Reply
  5. jarwadi

    saya sih susah berpakaian rapi. kebanyakan kostum saya kostum nyaman, hehe

    nyaman semaunya, kecuali bila terpaksa dan sangat dipaksa oleh keadaan, hehe

    Reply
    • Iman

      Hehehe jadi kata kunci kita sama ya bro : Nyaman!

      Sip (rock)

      Reply
  6. gadgetboi

    “kostum” saya itu baju Tshirt abu-abu (monyet) (LOL) , blueblack jeans, plus sneakers (kalau lagi keren) atau sandal gunung πŸ˜› … πŸ˜€

    sebenarnya saya suka dengan pakaiana rapi plus jas segala tapi kalau naek bus mah jadi serasa sales (rofl) …

    ada engga yah kerjaan yang memperbolehkan memakai kostum kebesaran saya? … yang bukan kerja di lapangan tapi πŸ˜† …

    Reply
    • Iman

      Hehehe banyak kok bro pekerjaan yang tidak mengharuskan berpakaian ini dan itu. Atau gimana kalau buka lapangan kerja sendiri? (Goodluck)

      Reply
  7. tina latief

    nyaman dan rapi buat saya jadi satu, kalau engga disetrika dan bukan kostume yang sesuai itu menurut saya engga rapi..
    nyaman dipakai ketika saya terlihat anggun dan cantik hehehehe
    kalau yang lihat saya engga suka denganbaju saya meski rapi tetap saja tidak nyaman…hehehe #cewek

    Reply
    • Iman

      Sepakat, nggak usah peduliin pendapat orang. Yang penting kita nyaman dan sesuai dengan norma-norma agama dan masyarakat πŸ™‚

      Reply
  8. giewahyudi

    Mas Iman tiga kali bertemu dengan saya memang identik dengan kaos berkerah dan celana bahan, yang penting rapi dan nyaman, Mas..

    Reply
    • Iman

      Hehehe begitulah adanya saya

      *lirik pakaian yang cuma 3 pasang* #hihihi (haha)

      Reply
  9. Aditya Eka Prawira

    Buat saya yang penting nyaman dan buah dada saya tidak keliatan besarnya

    Reply
    • Iman

      Hussh!!! bahasanya vulgar banget Dit (ninja)

      Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.