Banyak yang mendambakan untuk mendapatkan berkah pahala Ramadhan yang sebesar-besarnya. Langsung optimal dalam beribadah sejak awal Ramadhan, dan tetap konsisten hingga akhir Ramadhan.
Jujur. Hal ini memang tidaklah mudah. Diperlukan kebulatan tekad yang benar-benar utuh.
Cukupkah hanya dengan kebulatan tekad saja kita bisa meraih sebesar-besarnya barakah Ramadhan? Tentu saja tidaklah sempurna jika hanya dengan kebulatan tekad. Ada beberapa hal lain yang menyokong agar keberkahan Ramadhan ini benar-benar kita raih dan rengkuh sepenuhnya, apa saja?

Ilmu. Yuk belajar lagi
Jangan bayangkan menuntut ilmu itu hanya bisa diperoleh dari majlis atau kelas offline di masjid-masjid atau kegiatan kajian saja. Teknologi saat ini telah jauh memberikan kemudahan kita dalam menuntut ilmu. Tidak terkecuali menuntut ilmu agama.
Memang idealnya kita menuntut ilmu di bawah bimbingan ustadz atau guru yang berupa tatap muka (offline), sehingga segala hal langsung bisa ditanyakan dan didiskusikan langsung dengan ahlinya, sehingga dapat langsung tuntas terjawab segala pertanyaan kita. Ini tetap lebih baik.
Pertanyaan-pertanyaan yang bersifat teknis, seperti bagaimana gerakan shalat yang benar, bagaimana bacaan shalat yang baik, berapa % zakat harta/penghasilan, bagaimana menghitung harta yang sudah masuk ke kadar nisab, perhitungan pembagian waris dan pertanyaan semisal lainnya, amat sangat mungkin kita pelajari dari kajian-kajian online yang sudah sedemikian banyak tersedia dalam platform digital streaming.
Sebagai catatan kita tetap harus pandai memilah nara sumber yang terpercaya dan memiliki kapasitas di bidangnya.
Sedangkan pertanyaan seputar keimanan, taubat, takdir, hari akhir, kegundahan hati dan hal-hal bersifat lebih abstrak lainnya memang sangat dianjurkan untuk langsung bisa menemui ustadz atau ulama yang kompeten di bidangnya.
Ilmu tentang persiapan Ramadhan sangat mudah untuk kita temukan. Yuk kita perdalam lagi, perluas lagi, pertajam lagi. Agar kita lebih siap dan mantap memasuki bulan mulia ini.
Kesiapan Fisik, Stay fit bro-sis
Ini tidak kalah penting. Fisik yang kurang fit tentu saja sangat berpengaruh kepada kualitas ibadah kita kan? Apalagi mayoritas ibadah dalam Islam menggunakan fisik.
Mumpung masih setengah bulan lagi. Yuk pelan-pelan kita tingkatkan kebugaran tubuh kita.
Caranya tentu kita harus mengenali tubuh kita saat ini kondisnya bagaimana? Apa yang perlu kita improve dan perbaiki? Apakah berat badan kita sudah ideal? Berapa kadar gula, asam urat dan kolesterol kita, apakah sudah ideal?
Tubuh kita ini titipan Allah lho, kalau kita tidak dengan baik menjaganya artinya kita tidak amanah terhadap titipan Allah ini.
Mulai sekarang, selain menjaga makan, mulailah untuk sedikit bergerak. Tidak perlu langsung ekstrim dengan melakukan aktifitas fisik yang terlalu berlebihan. Bisa dimulai dulu dengan rutin berjalan kaki. Perjalanan ke mini market atau ke masjid yang biasa menggunakan sepeda motor, bisa digantikan dengan berjalan kaki. Insya Allah semua akan membuat tubuh kita menjadi lebih baik.
Setelah itu bisa pelan-pelan ditingkatkan, bisa ditambah jaraknya, ditambah frekwensi jalannya, atau malah bisa sedikit demi sedikit mulai berlari. Yuk semangat bro-sis.
Curi Start sejak Sya’ban

Hari ini tepat 15 Sya’ban. Saat yang sangat tepat untuk memulai pelan-pelan menarik tuas gas ibadah kita. Anggap kita sudah memasuki Ramadhan. Sehingga semua ibadah kita sudah benar-benar dijalankan lengkap dengan sunnah-sunnahnya.
Nggak dilarang kok untuk start membaca Alquran dari sekarang. Buat yang berat sekali memulainya, coba deh install aplikasi Alquran. Sempatkan membaca beberapa ayat saja dulu. Jika 1 halaman terasa berat, maka mulailah dengan setengah, sepertiga atau seperempat halaman. Tidak apa-apa. Mulai saja dulu. Pelan-pelan nanti bisa ditingkatkan.
Tambahkan shalat-shalat sunnah dalam shalat fardhu kita. Dua rakaat sebelum Subuh, dua rakaat sebelum dan sesudah Dzuhur, dua rakaat sesudah Ashar dan Maghrib serta dua rakaat sebelum dan sesudah Isya. Bisa juga ditambah dengan Dhuha serta tahiyatul masjidnya.
Biasakan selalu berjamaah di masjid. Yup, terutama buat laki-laki ya, usahakan untuk selalu shalat di masjid. Berat memang di awal. Tapi Insya Allah jika sudah dibiasakan akan terasa lebih ringan.
Sedekah. Ini amalan yang paling mudah dan paling instan pahalanya. Biasanyakn sejak Sya’ban ini sudah mulai rutin bersedekah. Bisa dibiasakan misalnya dengan sedekah subuh.
Cara mensiasati agar kita mudah melakukan sedekah subuh rutin antara lain dengan cara sebagai berikut:
Sisihkan sedekah setiap waktu Subuh ke dalam satu wadah penyimpanan. Insya Allah pasti ada malaikat yang mengintip dan mencatatnya sebagai sedekah subuh. Sepekan sekali kita bisa salurkan sedekah subuh kita kepada pihak-pihak yang berhak menerimanya. Mudah kan?
Puasa sunnah juga tetap kamu lakukan di Sya’ban ini. Malah kalau bisa sekalian lakukan puasa Daud. Agar kita benar-benar terlatih untuk melakukan shaum Ramadhan.
Insya allah jika kita sudah bulatkan niat dan lakukan langkah-langkah persiapan di atas, maka Allah langsung yang akan memberikan kemudahan kita dalam melakukan ini semua.
Semoga kita diberikan kebulatan tekad sekaligus kekuatan fisik ya, aamiin ya Rabb.
0 Comments