Rohis Bukan Teroris

by | Oct 1, 2012 | Sharing | 16 comments

Sumber : annida-online.com

Sebagai mantan anak Rohis (Kerohanian Islam), pemberitaan Metro TV tentang pola rekruitmen teroris di tanah air melalui acara Metro Hari ini yang tayang 5 September lalu sangat membuat gerah dan panas kuping. Walaupun tayangan tersebut tidak secara eksplisit menyatakan bahwa Rohis adalah salah satu dari lima pola rekruitmen yang dipaparkan, namun agak sulit dicari ekstra kurikuler apa yang berpusat di masjid selain Rohis.

Coba perhatikan kutipan penjelasan Metro TV tentang tayangan mereka tersebut:

Dalam dialog tersebut Profesor Bambang Pranowo menyampaikan hasil penelitiannya bahwa ada lima pola rekrutmen teroris muda. Salah satunya melalui ekstrakurikuler di masjid-masjid sekolah. 

Hmm jelas dan terang benderang mereka langsung menunjuk ROHIS. Wajar jika seluruh anak Rohis yang notabene adalah remaja yang umumnya melek internet spontan berteriak melalui jejaring sosial. Tidak hanya mereka yang saat ini masih aktif sebagai pengurus Rohis, bahkan para mantan pun juga turut terusik.

Syukurlah para Rohis ini sangat elegan menanggapi “fitnah” ini, hingga selain mereka “protes” melalui jejaring sosial dan melaporkan ini ke KPI via sms, mereka juga ternyata membuat karya untuk menjawab ini semua.

Karya ini cukup unik dan menggelitik. Yuk kita saksikan aja video karya mereka melalui akun @nasyidism ini:

Aku anak rohis
Selalu optimis
Bukannya sok narsis
Kami memang manis.
Kami aktifis, benci anarkis
Walau kantungku tipis,
bukan teroris.


16 Comments

  1. Cipu

    Kadang memang pemberitaan itu sangat simpang siur., hanya berdasarkan referensi 1 atau 2 orang yang belum tentu bisa menjelaskan situasi secara komprehensif. Let’s show them that rohis is not terrorist…. Jangan anarkis yah 😀

    Reply
    • Iman

      Anarkis? nggak lah mas bro hehehe. Udah balik ke tanah air kah Cipu?

      Reply
  2. indobrad

    cuekin ajalah, kadang media mainstream lebaynya bukan main kok :p

    Reply
    • Iman

      Setuju (rock)

      Reply
  3. giewahyudi

    Nah gini dong, berita negatif direspon dengan cara positif, jangan malah ditambah dengan respon negatif..

    Reply
    • Iman

      Ya Gie, video klip nya kreatif pisan hehehe (haha)

      Reply
  4. lukman

    >narasumber yang ga kompeten
    >bumbu dramatisasi yang berlebihan

    infotainment

    Reply
    • Iman

      Iya, ditambah penonton yang maniak sama kucing #eh #ditoyorLukman (haha)

      Reply
  5. dafhy

    Abaikan saja mas. Berita saat ini bikin males dengernya. tidak berimbang faktanya (idiot)

    Reply
    • Iman

      Sip, setuju banget Daf (goodluck)

      Reply
  6. Bunga

    benar bgt Rohis bukan teroris..

    Reply
    • Iman

      Sip (rock)

      Reply
  7. abu faqih

    Setuju dengan Opa Iman …

    Btw, pas mo sweet-memories dengan putar video itu lah koq … This video is private …????

    Aku anak Rohis … selalu optimis …
    Dengan gaya necis … pasang wajah manis
    Berjenggot tipis … tiada berkumis …
    Meski kantongku tipis tetap optimis …

    Reply
    • Iman

      Wah masa sih video nya private? *langsung ke TKP*

      Reply
  8. Ecky

    saya juga dulu anak Rohis, tapi agak kecewa sih ngeliat sebagian kalangan yang reaktif dan kurang inward looking terhadap Rohis.
    Maksudnya ya, yasudah kita protes, tapi gak usah berlebihan, dan jadikan pemberitaan ini sebagai evaluasi. (karena gak bisa dilupakan bahwa banyak teroris yang berawal dari kajian-kajian yang salah)

    Reply
    • Iman

      Buktikan aja dengan tindakan nyata bahwa ROHIS itu nggak begitu. Media memang terkadang suka mengejar sensasi saja (lonely)

      Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.